80 Ton TBS Parkir di Kantor Bupati

RADAR PALEMBANG, MUARA ENIM – Puluhan petani plasma kelapa sawit unit VI, VII dan VIII Distrik kecamatan Muara Enim, sekitar pukul 14.00 WIB mendatangi kantor Bupati kabupaten Muara Enim, kemarin. Kedatangan mereka tersebut hanya ingin minta kepada Bupati untuk segera turun tangan terkait adanya praktik tebang pilih sortasi kelapa sawit milik para petani.

Dengan membawa 10 unit mobil truk yang sarat muatan tandan buah segar (TBS) sawit, para petani meminta kepada pihak perusahaan manajemen PTPN VII ketika berada di Pabrik Kelapa Sawit (PKS) yang sudah menolak kelapa sawit tersebut untuk segara disortasi sesuai dengan tingkat kematangan buah tersebut. Di saat yang bersamaan, di ruang kantor Bupati juga dilakukan pertemuan perwakilan petani sawit plasma dengan manajemen PTPN VII Unit Bisnis (UBS) yang dipimpin  langsung oleh Bupati Muaraenim Kalamudin Djinab itu, yang juga membahas masalah  buah kelapa sawit milik petani plasma yang ditolak manajemen PTPN VII. Rapat yang berlangsung mulai pukul 11.00 – 14.00 WIB itu, akhirnya menyimpulkan pemkab dan manajamen PTPN VII membentuk tim untuk mencarikan solusi keluhan petani tersebut.

Namun ketika rapat hampir selesai, salah seorang perwakilan petani melapor kepada Bupati bahwa sekitar 10 unit  kendaraan truk bermuatan kelapa sawit TBS milik petani plasma yang ditolak PTPN VII telah parkir di lapangan merdeka depan gedung Pemkab Muara Enim. Atas laporan tersebut, Bupati bersama manajemen PTPN VII yang menghadiri rapat tersebut langsung menuju tempat kendaraan truk yang terparkir. Perwakilan petani kepada Bupati mengatakan, PTPN VII telah melakukan diskiriminasi dalam pembelian buah kelapa sawit. Pihak perusahaan hanya memberlakukan sortir kepada buah sawit milik petani plasma. Sedangkan buah sawit yang dihasilkan kebun inti tanpa dilakukan penyortiran bahkan tanpa melakukan antrean.

“Sikap manajamen PTPN VII membuat petani sangat dirugikan. Alasan perusahaan buah sawit petani kualitasnya rendah karena masih mentah. Sementara buah sawit milik PTPN VII kualitas jauh dibawah buah sawit petani tetapi tetap diterima, Buah sawit petani yang ditolak PTPN VII pada kemarin berjumlah sekitar 80 ton yang diangkut 10 unit mobil truk tersebut,” jelas Sutiman, salah seorang petani kelapa sawit.

Ia mengatakan jika buah tersebut tetap ditolak, maka petani terpaksa menjualnya dengan harga murah kepada Pabrik Kelapa Sawit (PKS) milik PT BSP dengan harga Rp 915/kg. Sedangkan harga sawit yang dibeli PTPN VII sebesar Rp 1.137/kg. “Penolakan ini sudah yang ketiga kalinya. Makanya kami terpaksa melapor pada pak bupati,” jelas Rino, salah seorang petani lain.

Menanggapi hal tersebut, Kalamudin D meminta  supaya dapat secepatnya menyelesaikan persoalan tersebut. “Kita jangan menanamkan ketidak percayaan kepada masyarakat. Kita meminta pada manajemen PTPN VII supaya penolakan buah petani jangan sampai terulang lagi. Untuk yang akan datang supaya antara PTPN VII dan petani dapat berkordinasi masalah kualitas buah yang sesuai standar,” jelasnya

Sebab, katanya jika manajemen PTPN VII benar-benar tidak lagi menginginkan buah kelapa sawit yang dihasilkan petani dengan cara melakukan penolakan. Maka Pemkab Muara Enim siap mencarikan investor untuk membangun Pabrik Kelapa Sawit (PKS) guna menampung buah sawit petani, dikarenakan jumlah areal kebun petani plasma mencapai 5 ribu hektare dan selalu meningkat setiap tahunnya.

Setelah dilakukan negosiasi yang cukup alot, akhirnya Manajer Lapangan Unit Bisnis (UBS) PTPN VII, Robert Simanjuntak berjanji kepada Bupati dan seluruh petani untuk tetap menerima buah kepala sawit petani. “Kita hanya ingin, para petani untuk lebih meningkatkan kualitas tanaman buahnya. Jadi kita tidak akan melakukan tebang pilih kalau hal tersebut bisa dipenuhi,“ katanya. (yan)

Iklan

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

%d blogger menyukai ini: