Bihun Bekas Marak Dijual

RADAR PALEMBANG, BANYUASIN – Maraknya peredaran makanan dan minuman yang tidak memenuhi standar kesehatan atau mengandung bahan bahan berbahaya mendapat sorotan serius dari jajaran Pemkab Banyuasin. Dua kali dalam sepekan Pemkab Banyuasin melalui Badan Ketahanan Pangan (Baketpan) melakukan inspeksi mendadak (sidak) ke beberapa pasar di lingkungan Banyuasin.


Ironisnya, sidak Pemkab “dicueki’ oleh para pedagang. Buktinya, saat sidak kemarin, tim masih juga menemukan makanan yang telah disinyalir mengandung bahan berformalin dengan jumlah yang cukup besar. Bisa jadi, sidak memang kurang efektif, karena belum diterapkannya sanksi tegas dari pemerintah maupun dari pihak kepolisian. Atau sudah menjadi karakter pedagang Banyuasin yang menggunakan berbagai cara untuk mendapatkan keuntungan. Sehingga berbagai peringatan dan imbauan dianggap sebelah mata alias tidak penting.
Di antara temuan makanan yang diduga kuat mengandung bahan pengawet jenis formalin adalah cincau berwarna hitam pada sidak kemaren adalah cincau yang diduga kuat mengandung formalin. Ciri-ciri fisik cincau tersebut sangat keras dan kenyal. Saat dilempar pada jarak yang cukup jauh, cincai tetap tidak rusak atau pecah. Padahal, kalau cincau tersebut murni tidak mengandung bahan berformalin akan langsung rusak dan pecah. Kemudian tim juga menemukan mie kuning, kue buah delima kerupuk yang juga diduga mengandung bahan pengawet berbahaya.
Selain ditemukan cincau berformalin, tim juga menemukan mi putih atau bihun bekas yang kembali dijual. Diduga, mi putih tersebut sudah kedaluwarsa dan tak layak konsumsi. Mi tersebut keadaanya sudah tidak rapi lagi karena sudah terpotong potong dan dimasukan dalam karung besar. Sehingga, sangat kotor dan tidak layak untuk dikonsumsi.
Preti (30) pedagang yang menjual cincau mengaku cincau yang dijual di pasar Pangkalan Balai tersebut rata-rata di ambil dari Pasar Jakabaring Kota Palembang. Pihaknya pun mengaku tidak mengetahui kalau makanan yang dijual tersebut mengandung bahan berformalin.
Kepala Baketpan kabupaten Banyuasin Kosaroddin, mengakui masih banyak makanan yang mengandung bahan pengawet dan pewarna yang berbahaya bagi kesehatan tetap dijual oleh para pedagang. Padahal, pihaknya sudah sering melakukan razia (qen)

Iklan

Satu Tanggapan

  1. promosikan artikel anda di infoGue.com. Telah tersedia widget shareGue dan pilihan widget lainnya serta nikmati fitur info cinema, game online & kamus untuk para netter Indonesia. Salam!
    http://www.infogue.com
    http://kesehatan.infogue.com/bihun_bekas_marak_dijual

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

%d blogger menyukai ini: