Investasi Beralih ke Dolar

Makin mendekati libur panjang lebaran, pasar sedikit demi sedikit melakukan langkah antisipasi. Rata-rata melakukan penjualan sahamnya, seiring pula dengan situasi ekonomi global yang bisa berubah signifikan hanya dalam hitungan hari. Transaksi bursa kemarin masih mixed dengan posisi penutupan indeks di 1.870,06 atau turun 13,49 poin (0,716 persen).


Nilai transaksi yang terjadi kemarin juga terbilang sangat kecil hanya Rp 2,822 triliun, 75 saham naik, 111 saham turun dan 55 stagnan. Indeks masih dibawah pengaruh pasar global yang hingga kini tetap menunggu proses penyelamatan lembaga keuangan di AS.
Konspirasi politik dalam kebijakan ekonomi menjadi pokok permasalahan terhambatnya perkembangan ekonomi AS. Adanya selisih pandang antara Partai Demokrat dengan Partai Republik yang kini tengah berkuasa. Sementara usulan penyelamatan ekonomi dengan suntikan dana USD 700 miliar dari pemerintah berasal dari Partai Republik. Ben Bernanke, Menkeu AS Hendry Poulson serta George Bush sendiri adalah kader partai tersebut.
Sementara anggota kongkres mayoritas dari Partai Demokrat yang mendukung Barack Obama pada pemilihan mendatang. Otomatis rencana pemerintah AS untuk menyelamatkan perbankan di sana tertunda. Investor mengalihkan investasinya ke bursa komoditas sampai Partai Demokrat membuat keputusan mengenai upaya penyelamatan lembaga keuangan tersebut.
Tapi komoditas yang dipilih adalah emas bukan minyak mentah. Sampai perdagangan kemarin sore minyak diperdagangkan di USD 104,67 perbarrel atau turun 1,06 dolar (1 persen), sementara emas naik 0,5 dolar (0,06 persen) di USD 895,50 pertroy ons dan gas alam bertahan di USD 7,68 perMMBTU.
Aksi wait and see investor terlihat dari nilai transaksi yang lumayan kecil hanya Rp 2,822 triliun. Selain masih menunggu, untuk sementara waktu hingga libur panjang lebaran mendatang, investor lokal realisasikan keuntungan terlebih dulu. Mereka tidak mau mengambil resiko ditengah pasar yang masih belum stabil ini. Saat libur nanti, kemungkinan bursa global anjlok tetap ada. Hal ini bakalan diikuti pasar bursa dalam negeri.
Tak hanya komoditas emas yang jadi pilihan melainkan dolar. Menyimpan investasi di mata uang ini dianggap jauh lebih aman. Dolar masih berpeluang fluktuasi dari pembayaran perdagangan impor saat transaksi saham libur panjang. Posisi rupiah penutupan kemarin menguat 47,50 poin (0,50 persen) di Rp 9.382,5 perdolar.
Adapun bursa Asia Pasifik kondisinya banyak minus, Australia turun 47,40 poin (0,95 persen) di 4.960,80, Shanghai SSEC naik 80,96 poin (3,64 persen) di 1.297,50, Hangseng turun 27,56 poin (0,15 persen) di 18.934,83, Nikkei minus 108,50 poin (0,90 persen) di 12.006,53 dan Singapura STI minus 33,63 poin (1,35 persen) di 2.444,24.
Sementara kondisi saham berdasarkan volume transaksi tertinggi, BUMI turun 175 ke 3.525, TRUB naik 29 ke 166, BNII naik 20 di 470, BMRI turun 75 ke 2.625, INKP turun 10 ke 1.690, ANTM minus 80 ke 1.470, PTBA turun 350 di 10.25-, PGAS minus 25 di 2.300, ASII turun 200 ke 17.400, AKRA naik 10 ke 1.260 dan ELSA stagnan 205.
Bagi investor ritel diharapkan untuk melakukan penjualan selama perdagangan dua hari ke depan (Jumat dan Senin) guna mencegah hal yang tidak diinginkan. Sedangkan investor institusi biasanya bakal memanfaatkan momen ini dengan melakukan pembelian (buy back) sahamnya. Selain harganya lebih murah, mereka juga tidak akan mendapat saingan dari kelompok ritel. Pribadi, apa yang sudah saya sampaikan dalam rekomendasi saham selama ini, mohon dimaafkan bila terjadi kesalahan. Baik dalam bentuk analisa maupun prediksi.(ade)

Iklan

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

%d blogger menyukai ini: