Lebaran, Konsumsi BBM, Sumsel Naik 15 Persen

RADAR PALEMBANG, BBM – Mengantisipasi puncak mudik Lebaran, Pertamina khususnya unit dan strategi menrancang strategi untuk  mengamankan stok dan suplai BBM di wilayah Sumbagsel. Tujukan untuk memberikan jaminan ketersediaan BBM bagi masyarakat pengguna transportasi darat yang akan mudik Lebaran sampai dengan Arus balik setelah Leberan H-7.


’’Sesuai komitmen, kami  telah melaksanakan Built up Stock, BBM minimal 90 persen di depot Pertamina sepanjang jalur lintas Sumatera di wilayah Sumbagsel yaitu Jambi, Sumsel dan Lampung,”ungkap Roberth MV Dumatubun, external relation PT Pertamina unit pemsaran dan Niaga Sumbagsel.
Roberth juga mengatakan bahwa built up stock ini juga diimbangi dengan penambahan jumlah kapal(tanker/tongkang) pengangkut BBM yang menyuplai Sea Fed Depot (depot yang suplai BBM-nya melalui laut dan kapal)
’’Untuk pengangkut BBM ke Jambi kita sediakan kapal 8 unit dengan rata-rata 3 ribu KL, Lampung 2 kapal tangker kapasitas 20 ribu KL. Sedangkan untuk Sumsel menggunakan  pipanisasi tanpa terkendala arus laut ataupun  pasang surut perairan,’’ujarnya.
Untuk kebutuhan BBM perhari di Sumbagsel, sambung Robert, Sumsel perharinya menggunakan  1.650 KL premium, 1.200 KL solar diprediksi lebaran (H-7 dan H+7) nanti akan meningkat 15 persen, Jambi per harinya membutuhkan 600 KL premium,  dan solar 750 KL dengan estimasi peningkatan sama 15 persen dan Lampung  rata-rata perharinya 1.500 KL premium dan solar 1.000 KL dengan potensi kenaikan terbesar yaitu 30 persen.
’’Lampung lebih tinggi dari Sumsel dan Jambi karena  lokasinya menghubungkan  antara pulau Sumatera dan Jawa yang tentu saja schedule kapal juga ditetapkan untuk dapat suplai kebutuhan tersebut agar tidak terjadi kelangkaan,’’ujarnya.
Selain mengamankan stok dan suplai BBM  di Sumbagsel, Pertamina  juga menjamin ketersediaan BBM di SPBU dengan beberapa mekanisme kontrol. Pertama dengan membentuk sat gas BBM dari H-7 hingga H+7. Kedua menetapkan  beberapa SPBU pantauan yang lokasinya berada di jalur lintas Sumatera.
’’SPBU pantauan adalah SPBU yang berada di jalur mudik dan arus balik yang dianggap  berpotensi mengalami peningkatan konsumsi BBM cukup besar. Untuk wilayah Sumbagsel, ditetapkan  29 SPBU pantauan Pertamina yaitu 8 SPBU di Sumsel, 9 SPBU di Lampung, 6 SPBU di jambi dan 6 SPBU di Bengkulu,’’terangnya.
Ketiga adalah dengan membuat SPBU kantong yaitu dengan menempatkan  mobil tengki kapasitas 15 KL yang sewaktu-waktu dapat diberangkatkan untuk mensuplai SPBU yang mengalami  sok kritis BBM. “Ada dua titik  yang kita jadikan  SPBU yaitu  SPBU di  Bakauheni dan Kalianda Lampung. Sedangkan yang lainnya langsung di suplai dari Pertamina Lampung dan depot pertamina lainnya.”ujarnya.(sep)

Iklan

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

%d blogger menyukai ini: