Menelusuri Orderan Penjahit Jelang Lebaran (1)


Masih Digemari Kelas Menengah

Kendati kebanyakan penjahit di Kota Palembang mengeluhkan sepinya orderan sejak beberapa tahun belakangan, namun masih ada yang tetap menikmati berkah suasana jelang lebaran. Berikut pantauan koran ini.

Herlia apriliyani – PALEMBANG

Seperti biasa, saat puasa dan jelang lebaran selalu membawa berkah, termasuk para penjahit pakaian.

Walaupun saat ini kebanyakan jasa para penjahit kurang banyak dimanfaatkan konsumen, namun tidak demikian dengan para penjahit yang telah memiliki nama.

Mereka masih tetap dapat menikmati orderan dari pelanggan yang memiliki uang lebih untuk tampil beda dihari lebaran.
Karena, bagi mereka yang memiliki ekonomi mampuni maka pengaruh harga tak menjadi permasalah. Yang terpenting bagi mereka, bisa tampil beda dan memiliki koleksi busana yang didesain khusus.
Seperti yang diungkapkan oleh Maria owner Maria Feeling Modiste yang terletak dijalan Letkol Iskandar No 762E. Menurutnya, sejak 30 tahun lalu orderan jahitannya masih tetap normal sejak sebulan menjelang lebaran.
“Hal ini tentu saja, berkat nama kita sudah cukup dikenal, selain itu pelanggan kita sudah tak terhitung lagi, “ungkap wanita yang mengawali usaha ini karena hobi mendesain dan menjahit baju.
Biasanya, kata dia, menjelang lebaran kebanyakan para ibu-ibu yang datang untuk dibuatkan baju muslim yang akan dikenakan disaat lebaran. Itu pun biasanya mereka minta dibuatkan seragam sekaligus untuk anak dan suami. Memang jika dibandingkan dengan beberapa tahun sebelumnya orderan sedikti berkurang tetapi untuk saat ini orderan penjahitan baju menjelang Lebaran dioutletnya masih normal seperti biasanya tidak mengalami penurunan sama sekali.
Untuk upah jahit sendiri, biaya yang ditawarkannya sangat bervariatif tergantung model dan bahan yang digunakan tetapi rata-rata mulai dari Rp 100 ribu hingga Rp 500 ribu per baju. Masalah desain pelanggan tak perlu bersusah payah apabila tak memiliki desain karena ia bisa membantu untuk membuat desain baju yang akan dijahit.
“Ya beginilah, yang namanya usaha ramai atau sepinya orderan itu tergantung dari kita sendiri bagaimana bisa memberikan kepercayaan kepada pelanggan, mulai dari kerapain jahiatan dan juga tepat waktu begitu juga dengan pelayanan tetap dinomor satukan,’’ kata Maria.
Hal yang serupa juga diungkapkan oleh Azhari pemilik Kim Tailor yang terletak di jalan Lingkaran I. Menurutnya, pesanan jahitan jelang lebaran memang sedikti berkurang jika dibandingkan tahun-tahun sebelumnya, hal ini disebabkan karena pengaruh perekonomian saat ini yang begitu menjadi pikiran masyarakat. “Ketimbang menjahit baju mereka lebih mementingkan untuk memenuhi kebutuhan rumah tangga terlebih dahulu apalagi untuk mereka yang hidup dengan perekonomian yang pas-pas-an beda denagn zaman dulu, “ungkapnya.
Untuk lebaran kali ini, mengenai pesanan jahitan tidak begitu banyak dan antusias mayarakat pun tak telalu tinggi. Ya, paling ada satu atau dua yang minya dijahaitkan baju.
“Bicara menganai ongkos jahit dipatok mulai dari Rp 200 ribu-an pokoknya tergantung dari bahan dan model. Walaupun pesanan jahitan baju Lebaran sepi tetapi orderan baju lainnya masih normal seperti halny untuk baju kerja ataupun baju pesta, “tutup Azhari. (**/habis)

Iklan

Satu Tanggapan

  1. permisi…
    saya tertarik dgn ibu maria.. boleh tidak saya minta alamat lengkap & no tlp bu maria, feeling modiste.

    terima kasih sebelum nya ^_^

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

%d blogger menyukai ini: