Menhan Khawatir Naikkan Beban Bunga


Dampak Krisis AS pada
Pengadaan Alutsista

RADAR PALEMBANG, KRISI AS-Krisis yang melanda lembaga-lembaga keuangan di Amerika Serikat dikhawatirkan berpengaruh pada pengadaan alat utama sistem persenjataan (alutsista) TNI yang dibeli dari luar negeri. Salah satunya adalah besaran suku bunga pinjaman yang pembayarannya ditanggung negara.


Menteri Pertahanan Juwono Sudarsono  mengatakan, krisis itu dikhawatirkan juga akan berdampak langsung pada mitra dan perusahaan sahabat Amerika di Eropa Barat. ”Tentu akan berpengaruh pada alutsista yang sudah kita pesan dari negara-negara tersebut,” ujarnya di Jakarta kemarin ( 24/09).
Indonesia sedang memesan beberapa tank dan panser dari Ceko. Selain itu juga beberapa pesawat latih dan peralatan rudal dari  Polandia. Indonesia juga menjajagi kemungkinan pembelian kapal selam dari Jerman.
”Karena itu, kita mengantisipasi agar Indonesia tidak perlu mengurangi atau pun membatalkan pemesanan alutsista tersebut,” katanya.
Menurut Juwono, salah satu yang diantisipasi adalah kenaikan suku bunga perbankan dalam (pinjaman) untuk pemesanan alutsista itu. Yakni,  sampai dengan delapan persen per tahun. ”Setiap kenaikan suku bunga sebesar 1 persen akan berpengaruh pada harga yang kita bayarkan, yaitu USD 30 juta sampai USD 40 juta. Suku bunga saat ini sebesar 5,5 persen sampai 6 persen,” jelasnya.
Juwono berharap agar kenaikan suku bunga itu sendiri tidak sampai di atas angka delapan persen. ”Supaya tetap bisa diproses dan tidak memberatkan,” katanya.
Periksa Pasukan Garuda
Pada bagian lain, Tim Pre-Deployment Visit (PDV Team) dari Perserikatan Bangsa-Bangsa (PBB) kemarin memeriksa kesiapan personel, peralatan, dan administrasi Satgas Kompi Polisi Militer TNI  Konga XXV-A/UNIFIL dan Satgas Force Head Quarter Support Unit (FHQSU) TNI Konga XXVI-A/Unifil di Lanud Halim Pedanakusuma, Jakarta. Pasukan ini akan diberangkatkan ke Lebanon setelah Lebaran.
PDV Team PBB yang terdiri atas Kolonel Rustam Patnaik (Chief Team Leader), Pierre Leveille (MoU Claims Management Section), Anton Antchev (Chief of Property Management Section (PMS) and Unifil Representative) datang pukul 11. Mereka melakukan inspeksi selama satu jam.
”Ini pengecekan rutin agar semua sesuai persyaratan,” kata Rustam Patnaik. Selain itu, tim PBB ingin memastikan peralatan dalam kondisi siap pakai karena statusnya disewa. Setiap prajurit TNI yang bertugas sebagai bagian dari Unifil akan dibayar PBB sebesar USD 1.028 dollar (sekitar Rp 9,3 juta) per bulan.(rdl/el/JPNN)

Iklan

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

%d blogger menyukai ini: