Pengedar 23 Ribu Ineks Ditangkap


700 Butir Diantaranya Ineks Kapsul

RADAR PALEMBANG, NARKOBA= Jajaran Direktorat Reserse Narkoba Polda Metro Jaya menangkapi sindikat peredaran ekstasi atau ineks dengan barang bukti 22 ribu butir ineks dan 100 gram SS senilai Rp 3,3 miliar. Uniknya, 700 butir ineks diantaranya bukannya dalam bentuk tablet namun dalam bentuk kapsul sehingga nampak seperti obat-obatan biasa.

”Ini modus baru untuk mengelabui polisi, bubuk ineks dimasukkan ke dalam kapsul kemudian diedarkan,” beber Direktur Reserse Narkoba PMJ Kombes Pol Arman Depari bersemangat. Sedangkan pimpinan sindikatnya sendiri justru diotaki narapidana asal Nigeria bernama Mirke yang masih mendekam di Rutan Salemba.

Dipaparkannya, lewat operasi undercover buy awalnya polisi menangkap SRT dengan barang bukti 100 gram SS di parkiran Gajah Mada Plaza, Jalan Hayam Wuruk Jakbar pada Senin malam (22/9). Kepada penyidik yang memeriksanya, SRT mengaku memperoleh SS tersebut dari seorang wanita berinisial MMY.

”MMY kemudian kami tangkap di rumah kontrakannya di Jalan Kemenangan III No.12/A Taman Sari Jakbar. Dari rumahnya kami menyita 21.300 tablet ineks dan 700 kapsul ineks.

Saat MMY diperiksa, ia mengaku kalau bosnya adalah Asiong yang masih mendekam di Rutan Salemba. ”Langsung Asiong ini kami jemput untuk diperiksa, ternyata dia mengaku kalau bosnya adalah temannya sendiri sesama napi bernama Mirke asal Nigeria,” ungkapnya.

Sedangkan Selasa sore (23/9) polisi juga menyita 200 gram sabhu-sabhu (SS) senilai Rp 300 juta dari petugas kargo Bandara Sukarno Hatta yang menemukan narkoba tersebut dalam paket pengiriman dengan tujuan Pontianak, Kalbar.

Arman Depari mengatakan, paket narkoba itu ditemukan di gudang kargo Sriwijaya Air dan hendak dikirim ke alamat seseorang bernama Kristin SH di Jalan Sungai Raya Dalam III Blok B/24 Pontianak Kalbar. ”Identitas pengirimnya CV Cahaya Motor. Sabhu itu dikemas dalam dua paket plastic berukuran 20 CM X 20 CM lalu dimasukkan ke dalam kardus,” terang Arman.

Oleh petugas yang menemukannya lalu diserahkan ke pihak kepolisian untuk dilakukan pengusutan. ”Saat ini kami masih menyelidikinya termasuk mengirim tim ke Pontianak,” pungkasnya.

Sementara itu kemarin siang seorang bandar ganja berinisial SPH harus merasakan timah panas polisi lantaran berusaha kabur saat ditangkap di dekat rumahnya di Jalan Raya Baru Pemda, Kampung Bambo Kuning Bojung Gede Depok. Dari tangan SPH polisi menyita 5 Kg ganja yang akan dijualnya.

Kepada penyidik, PH mengaku membeli ganja asal Aceh itu seharga Rp 1,5 juta/Kg dan akan dijualnya seharga Rp 2 juta/Kg. ”SPH terpaksa kami tembak kaki kanan dan kirinya Karen tak menghiraukan tembakan peringatan kami,” ujar Kasat I Narkotika AKBP Jupri. (ind/JPNN)

Iklan

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

%d blogger menyukai ini: