PK Sjahril Sabirin Urung Digelar

RADAR PALEMBANG, BANK BALI-Proses persidangan Peninjauan Kembali (PK) kasus dana cessie (hak tagih) Bank Bali Sjahril Sabirin ternyata tidak berjalan mulus. Persidangan yang digelar perdana di Pengadilan Negeri Jakarta Pusat, Selasa (23/9), terpaksa harus berakhir tanpa melakukan pemeriksaan apapun karena ketidaksiapan pihak Sjahril Sabirin.

”Sidang ditunda karena permintaan dari pihak Sjahril, karena belum siap,” ungkap Kepala Pusat Penerangan dan Hukum (Kapuspenkum) Kejagung Jasman Pandjaitan di Kejagung, kemarin (24/9). Jasman mengatakan, persidangan ditunda selama dua pekan.
Dalam kasus dana cessie Bank Bali, Kejaksaan Agung mengajukan PK karena alasan ketidakadilan bagi tiga terdakwanya, yakni Pande Lubis, Sjahril Sabirin, dan Djoko Tjandra. Pasalnya, dalam kasus itu Pande Lubis yang mantan kepala BPPN itu dihukum empat tahun dan status dana cessie tidak diputus.
Sementara untuk putusan kasasi lain dengan kasus sama, MA membebaskan terdakwa mantan Gubernur BI Sjahril Sabirin. MA juga memenangkan dan membebaskan Djoko Tjandra dari dakwaan keterlibatannya dalam dugaan suap dan korupsi dalam pencairan piutang Bank Bali. Selain itu, Kejagung diharuskan mengembalikan barang bukti uang Rp 546 miliar kepada Djoko dan PT Era Giat Prima. Dana itu tersimpan di rekening penampungan Bank Bali, yang kemudian dimerger ke Bank Permata.
Kejagung juga mengajukan PK untuk Djoko Tjandra. Namun berbeda dengan Sjahril yang disidang di PN Jakpus, PK Djoko disidang di PN Jaksel. Pelimpahan berkas PK sudah dilakukan pada 3 September lalu. ”Dalam PK yang kami ajukan, kami nyatakan ada kekhilafan hakim dalam memutus perkara,” terang mantan Pengkaji pada JAM Pidsus itu.
Jasman menjelaskan, hingga saat ini pihaknya belum mendapat pemberitahuan dari PN Jaksel tentang jadwal sidang bagi Djoko Tjandra. Diperkirakan, persidangan baru dilaksanakan setelah libur lebaran.
Dalam kasus Bank Bali itu, Djoko Tjandra sempat menawarkan pengembalian kepada negara dana Rp 546 miliar. Namun, Djoko mengajukan syarat, yakni proses PK-nya tidak dilanjutkan. Namun akhirnya Kejaksaan tetap mengajukan PK dengan uang yang ada di Bank Permata tidak dapat dieksekusi. (fal/JPNN)

Iklan

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

%d blogger menyukai ini: