Susu Tiongkok Sulit Ditarik dari Pasar

RADAR PALEMBANG,SUSU- Kekhawatiran masyarakat akan peredaran susu yang mengandung melamin diprediksi bakal berlanjut. Sebab, Asosiasi Peritel Indonesia (Aprindo) mengaku tidak mampu menjamin seluruh produk berbahan susu asal Tiongkok itu hilang dari peredaran. Perintah Badan Pengawas Obat dan Makanan (BPOM) untuk menarik susu dari pasaran tidak akan efektif karena anggota Aprindo hanya 40 persen dari populasi pusat perbelanjaan nasional.


’’Kita memang diminta menarik produk itu. Tapi, kita tidak jamin pasar steril karena anggota kita hanya 7500 outlet atau 40 persen dari total pusat perbelanjaan,” ujar Sekretaris Jenderal Aprindo Rudy Sumampouw kepada Jawa Pos kemarin. Menurut dia, masih ada kekhawatiran produk berbahan susu tersebut diedarkan oleh pusat-pusat perbelanjaan yang bukan anggota Aprindo. Oleh karena itu, pihaknya memnta masyarakat waspada sebelum membeli barang,
Selain bukan anggota Aprindo, pengawasan terhadap barang yang mereka jual juga sulit dilakukan karena dilakukan secara langsung oleh pemasok, distributor dan peritel tanpa pantauan dari pemerintah ataupun asosiasi. ’’Ada kok ITC (International Trade Center) yang bukan anggota kami. Terus, belum lagi ruko-ruko yang jumlahnya jutaan di Indonesia. Apalagi yang di luar Jawa. Mereka itu kan berhubungan langsung antara penyuplai dengan distributor, lalu dibawa ke peritel,” tukasnya.
Sebelumnya, BPOM meminta Aprindo menarik peredaran dan menyegel 28 produk susu dan produk yang mengandung susu impor dari Tiongkok. Itu dilakukan untuk mengamankan dari risiko terpapar melamin yang terkandung dalam produk susu asal Tiongkok. Perintah itu disampaikan dalam surat edaran BPOM kepada Asosiasi Peritel Indonesia tertanggal 23 September.
Menaggapi surat itu, Rudy mengaku sudah mengintruksikan kepada seluruh peritel anggota Aprindo agar segera menarik produk berbahan susu yang berasal dari Tiongkok seperti yang diminta BPOM. Tentang produk susu full cream untuk dewasa ber merek ‘Guozhen’ Rudy juga telah meminta menarik di pasaran.”Kita minta merteka memberitahukan ke penyuplai agar tidak lagi memasok barang dengan merek-merek itu. Paling tidak sampai ada pemberitahuan dari BPOM bahwa itu bebas melamin,” ungkapnya.
Sesditjen Perdagangan Dalam Negeri Departemen Perdagangan, Gunaryo mengakui bahwa penarikan produk susu dari Tiongkok itu tidak bisa dilakukan hanya oleh Aprindo. Untuk itu, pihaknya juga telah menginstruksikan kepada Dinas Perindustrian dan Perdagangan (Disperindag) di tiap daerah supaya melakukan penarikan. ’’Kita akan lakukan bersama, memang tidak cukup Aprindo saja,” tuturnya.
Langkah awal yang dilakukan saat ini adalah menguji terlebih dahulu semua produk susu dan yang mengandung susu dari Tiongkok apakah mengandung melamin atau tidak. Tentang produk susu merek Guozhen yang beredar di masayarakat, dia meminta agar seua pihak mengawasi.”Kita pantau apakah di semua ritel ada (Guozhen) atau hanya di ritel-ritel tertentu saja. Itu yang masih kita selidiki terus supaya di pasar benar-benar steril,’ lanjutnya.
Mantan Direktur Bina Pasar dan Distribusi itu menegaskan bahwa pengawasan terhadap makanan yang berbahaya itu benar-benar serius dilakukan karena menyangkut kesehatan anak-anak.  Mengenai potensi beredarnya produk susu Tiongkok ber-melamin di daerah perbatasan yang masuk melalui penyelundupan, Gunaryo mengaku belum mendapatkan informasii. ”Memang ada potensi seperti itu. Tapi saya masih menunggu penyelidikan dari daerah. Mungkin minggu depan baru dilaporkan hasilnya,” terangnya.
Pengamat ritel, Handaka Santosa mengatakan bahwa BPOM telat dalam mengelaurakan perintah pearikan produk tersebut. Perintah menarik susu Tiongkok dikeluarkan BPOM pada 18 September. Sedangkan penarikan produk yang mengandung susu Tiongkok baru keluar 23 September. Padahal pemberitaan skandal susu Tiongkok sudah ramai sejak dua pekan lalu. ’’Seharusnya saat ada berita itu telah menyebar, BPOM segera menariknya dan tidak mengambil risiko,” ujar Mantan Ketua Umum Aprindo itu.
Ketua Gabungan Pengusaha Makanan dan Minuman Indonesia (Gapmmi) Thomas Darmawan mengimbau agar pemerintah berhati-hati terkait dengan penarikan produk susu dan berbahan susu dari Tiongkok yang diduga berbahaya. Menurut dia, tidak semua produk Cina di Indonesia, termasuk 28 item yang akan ditarik dari distribusinya, mengandung melamin. “Harus benar-benar berdasarkan penelitian dengan prinsip kehati-hatian. Jangan sampai produk lain yang berbau Tiongkok pun kena imbas,” jelasnya. (wir/iro/jpnn)

Iklan

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

%d blogger menyukai ini: