Transaksi Saham Palembang Bergairah


PIPM Palembang Relokasi ke Padang

RADAR PALEMBANG, SAHAM-Gairah investasi pasar saham di kota ini semakin bergariah. Merujuk hasil peninjauan Bursa Efek Indonesia (BEI), dalam kurun waktu tiga tahun sejak berdirinya pusat informasi pasar modal (PIPM), pertumbuhan transaksi meningkat siginifikan. Bahkan, Palembang mampu menyumbang 2 persen transaksi nasional.


Hal itu ditegaskan Direktur Utama BEI Erry Firmansyah didampingi Direktur Perdagangan Saham Penelitian dan Pengembangan Usaha MS Sembiring saat melakukan jumpa pers di Hotel Novotel, kemarin.
Menurut Erry, nilai transaksi saham yang terjadi di Palembang setiap tahun terus meningkat. Transaksi rata-rata perhari selama 2006 lalu hanya Rp 4 miliar, lalu selama tahun 2007 totalnya Rp 5,8 triliun atau perhari naik jadi Rp 22-23 miliar.

Kemudian sampai Juni 2008 ini transaksi sudah tercapai sebesar Rp 3,2 triliun atau rata-rata perbulannya Rp 625 miliar dengan transaksi perhari Rp 30 miliar.
“Kalau dibandingkan secara nasional sumbangannya masih terbilang kecil hanya sekitar 1-2 persen saja. Tapi kami melihat potensinya besar karena pertumbuhannya menarik,” tegas Erry.
Tak hanya perkembangan perusahaan securitas saja yang cukup menggembirakan tiga tahun terakhir. Tadinya pada 25 November 2005 hanya ada satu dan dua perusahaan securitas saja tetapi kini sudah naik jadi 12 perusahaan. Pertumbuhan juga terjadi untuk nilai transaksi, periode 2006 ke 2007 terjadi penambahan hingga lima kali lipat. Sedangkan periode 2007-2008, dengan kondisi pasar yang turbulensi, transaksi saham Palembang masih bisa bertumbuh dua kali lipat.
Untuk itulah, seiring dengan membaiknya pertumbuhan transaksi pasar modal di Palembang, pusat informasi pasar modal yang merupakan perpanjangan tangan BEI yang ada di Palembang melakukan relokasi ke wilayah Sumatera yang lain seperti Padang. Rencana pemindahan ke Padang ini sudah ada sejak Agustus lalu. Dipilihnya Padang merupakan hasil survei yang dilakukan BEI di wilayah Sumatera. ”Hasil riset itu menunjukkan potensi kedepan pasar modal yang sudah maju adalah Padang,” tutur Erry.
Biasanya, tandas dia, BEI melakukan sosialisasi pasar modal di suatu daerah dalam kurun waktu tiga sampai lima tahun. Setiap tiga tahun sekali, kondisi PIPM yang ada di sana dievaluasi. Jika belum memungkinkan bisa diperpanjang hingga lima tahun. Tapi ternyata untuk wilayah Palembang perkembangan pasar saham sudah menggembirakan hanya dalam tempo tiga tahun saja.
Disinggung mengenai potensi perusahaan yang ada di Sumsel untuk ikut serta listing di pasar bursa, Erry mengakui, sejauh ini keterlibatan perusahaan di provinsi ini masih sedikit hanya ada sekitar dua perusahaan saja yakni PT Sampoerna Agro Tbk serta PT Tambang Batubara Bukit Asam Tbk. ”Sumsel ini potensinya besar ada banyak perusahaan swasta dan BUMN yang besar disini, tapi sampai berapa dekat mereka mau masuk ke pasar, itu yang sedang dicoba,” jelasnya.
Proses ini tidak mudah karena itu menyangkut masalah transparansi dari segala aspek. Namun BEI akan rutin lakukan sosialisasi. Prediksi Erry, dalam waktu tidak berapa lama perusahaan ini akan mulai menjajaki pasar bursa. Mencari dana yang lebih besar melalui perdagangan di bursa ini jauh lebih mudah dibandingkan memperoleh pinjaman dana dari perbankan.
Sejauh ini, total perusahaan yang diperdagangkan di pasar BEI berjumlah 395 perusahaan. Rencananya dalam waktu dekat akan bertambah sekitar 25 perusahaan lagi dari 30 perusahaan yang didengungkan sebelumnya akibat kondisi pasar yang gonjang-ganjing. ”Sampai kemarin sudah tercatat delapan emiten yang dalam kurun waktu tiga bulan kedepan bisa ikut transaksi yakni PT Krakatau Steel, PT Bank Tabungan Negara dan PT Garuda.”
Menanggapi adanya transaksi short selling yang disinyalir merupakan penyebab anjloknya IHSG, Sembiring menambahkan, BEI tidak mengizinkan transaksi seperti itu. ”Bappepam telah mengatur masalah ini. Salah satu syaratnya tidak boleh lakukan penjualan saat bursa lagi turun,” ucap dia.
Soal langkah buy back saham BUMN yang diminta pemerintah, dinilai Erry, bukanlah paksaan. Namun, jika mengacu harga saham yang ada saat ini yang sangat murah, BUMN bisa memanfaatkan situasi itu dengan melakukan pembelian. Value saham bisa lebih ditingkatkan, serta melakukan ekspansi usaha.(ade)

Iklan

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

%d blogger menyukai ini: