Aktifitas Arus Mudik Di Tiap Moda Transportasi (1)

Penumpang Mudik Jalur Udara Turun

Memasuki satu minggu menjelang lebaran aktifitas Bandara SMB II masih terbilang normal. Belum ada peningkatan arus mudik yang berarti. Namun pada penerbangan hari ini hingga mendekati lebaran mendatang sejumlah maskapai sudah menyediakan extra flight.

Mayasari-PALEMBANG

Siang hari sekitar pukul 14.30 WIB, aktifitas bandara terlihat ramai.

Pintu keberangkatan maupun kedatangan tampak dipenuhi oleh masyarakat yang mayoritas pemudik tersebut. Hanya saja, kejadian ini berlangsung sekitar satu jam saja karena selanjutnya bandara mulai terlihat agak sepi kembali.
Di ruang keberangkatan, mayoritas penumpang selain menenteng pakaian tak sedikit pula yang membawa oleh-oleh berupa pempek. Satu orang bisa membawa bungkusan paket pempek hingga dua kotak. Bahkan ada juga yang membeli pempek itu langsung di bandara untuk dibawa ke Jakarta.
Jika melihat jumlah penumpang yang menggunakan moda pesawat terbang pada lebaran tahun ini berdasarkan data Angkasa Pura II, mengalami penurunan. Pada tanggal 24 September (H-7) lalu jumlah penumpang yang berangkat sebanyak 2.071 orang menggunakan 18 pesawat. Namun dibandingkan periode yang sama tahun sebelumnya arus penumpang ini alami penurunan 10 persen. Bahkan jumlah seat yang disediakan maskapai pada kedatangan tidak terpakai seluruhnya, masih tersisa sekitar 14,84 persen kursi kosong.
Pada jalur keberangkatan juga sama. Jumlah penumpang seminggu sebelum lebaran turun 7,79 persen atau dari tahun sebelumnya 1.901 penumpang menggunakan 23 pesawat, tahun ini hanya 1.753 penumpang dengan 17 pesawat. Kursi kosong kali ini justru lebih banyak sekitar 22,91 persen.
Untuk penerbangan internasional malah lebih parah lagi, jalur penerbangan yang dilalui Air Asia dan Silk Air itu mengalami penurunan penumpang hingga 19,70 persen dan pesawat yang terbang juga turun hingga separuhnya. Periode lebaran (h-7) tahun lalu ada sekitar 203 penumpang yang tiba dari luar negeri ke kota ini menggunakan dua pesawat tapi untuk tahun ini hanya satu pesawat saja dengan 163 penumpang dari 185 seat yang disediakan. Demikian pula untuk keberangkatan internasional turun 5,59 persen untuk jumlah penumpang.
Pada penerbangan H-7 itu, dikatakan Koordinator Posko Lebaran Bandara SMB II Dausi Gandawanto, sudah ada extra flight. Hanya saja, penerbangan tambahan ini bukan hanya untuk mengantisipasi peningkatan mudik di jalur penerbangan yang sudah ada, melainkan juga untuk rute penerbangan baru.
Seperti Sriwijaya Air yang kini mulai menjajaki pasar tujuan Palembang-Batam. Maskapai ini belum operasional dengan rutin pada tujuan tersebut, melainkan untuk sementara waktu mereka memilih penerbangan extra sehingga penerbanganya bisa dilakukan sewaktu-waktu.
Extra flight juga diminta oleh maskapai Pelita Air Service. Biasanya pesawat jenis Fokker 100 milik Pertamina itu tak pernah dioperasikan, kalaupun ada hanya untuk saat-saat tertentu saja. Namun, pada musim lebaran ini, pesawat Pelita dioperasikan untuk mengangkut penumpang Pertamina serta keluarganya ke Jakarta. ”Penerbangan besok (hari ini) Pelita akan melayani dua kali penerbangan yakni pukul 10.00 dan 14.00 WIB.”
Sementara untuk extra flight bagi penerbangan yang melonjak dilakukan oleh maskapai Lion Air tujuan Palembang-Jakarta serta Silk Air tujuan Palembang-Singapura. Rencananya tambahan penerbangan dua maskapai ini dilakukan hari ini dengan tambahan dua jam operasional yakni pukul 14.00 WIB.
Disinggung, mengenai angkutan bagasi dan cargo pempek ke Jakarta, dikatakan Dausi mengalami peningkatan 10-15 persen seiring mulai meningginya arus penumpang keberangkatan. ”Biasanya untuk angkutan pempek seringkali menggunakan bagasi bukan cargo.”
Kesiapan bandara terhadap lonjakan cargo serta bagasi tersebut, sudah dilakukan yaknni meningkatkan pemakaian x-ray, pengamanan alat yang dibawa serta pengoptimalan tugas karyawan.
Sedangkan mengenai alat conveyer di lokasi check in yang hingga kini belum kunjung selesai, dikatakan Dausi, spare part untuk mesin ini tidak ada di Indonesia. Seluruh peralatan tersebut dibuat di Australia. Saat ini pihak bandara masih mengusahakan pengadaan barang yang sudah mengalami kerusakan sejak tiga bulan lalu itu. ”Untuk sementara pengamanan di lokasi itu dilakukan secara manual.”
Selama beberapa hari belakangan penerbangan yang alami delay, baru ada dua airline yakni Garuda Indonesia untuk pesawat B-737.400 yang terjadi kemarin pagi. Rencananya pesawat yang berangkat dari Jakarta itu tiba di Palembang pukul 06.30, namun akibat terkendala sehingga delay selama sekitar dua jam, akhirnya tiba di kota ini pukul 06.30 WIB.
Rabu malam (24/9), Lion Air juga mengalami keterlambatan tiba di Palembang. Seharusnya pesawat datang pukul 20.20 WIB ternyata malah mendarat 21.40 WIB. Artinya kemarin malam, Lion Air menambah operasional bandara satu jam dari jadwal penutupannya pukul 21.00 WIB. ”Jika ada airline yang ingin extra flight hingga larut malam akan tetap dilayani bandara, dengan biaya operasional ditanggung maskapai tersebut,” ulas dia.(*/bersambung)

Iklan

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

%d blogger menyukai ini: