Film Laskar Pelangi Diserbu

RADAR PALEMBANG, FILM-Satu lagi film besutan sutratadara bertangan dingin Riri Riza mendapat sambutan hangat penikmat film di tanah air.    Adalah film  bertajuk Laskan Pelangi  bakal meledak  di pasaran.  Tanda-tanda itu terlihat saat pemutaran perdana film bergaya komedi  yang dipadukan dengan suasana keharuan itu, dipadati pengunjung.  Penonton tahan berhimpit-himpitan untuk mendapatkan  tiket di Studio 21 Internasional Plaza (IP) Palembang.


Karya sutradara Riri Riza yang mengambil kisah nyata dari novelis Andrea Hadinata itu mampu memberikan suguhan menarik. Meski gaya diberikan berbentuk komedi, namun kesan di dalam film ini penuh dengah keharuan.
Saat diperhatikan, tiket di Studio 3, dengan film-nya “Laskar Pelangi”  tampak lebih diminati. Wartawan koran ini pun langsung ikutan antre. “nggak rugi kok kak nontonnya. Ceritanya bagus, aku uda baca novelnya. Ya, pengen lihat dan pengen jadi kayak penulis itu. Berhasil setelah berjuang keras sejak kecil,” ucap Marko (22), warga Jl Kol H Barlian, Km9, mahasiswa IAIN Raden Fatah saat dibincangi.
Penonton lain, saat ditanya ternyata merupakan penggemar Andrea Hadinata.Umumnya mereka telah membaca novel Laskar Pelangi sebelumnya. Bahkan ada yang mengaku telah ”melahap” beberapa novel lain hasil karya Andrea.
Tepat pukul 12.45 WIB, pintu studio 3 dibuka. Pengunjung mulai masuk hingga semua tempat duduk penuh. Saat ditayangkan, film ini langsung mengedepankan kesan daerah terpencil. Bahasa digunakan, layaknya perpaduan bahasa melayu dan bahasa Palembang,  yang sangat akrab di telinga.
Layaknya karya Andrea, sepuluh anak tampil dalam film tersebut. Mulai dari Ikal (sang penulis) yang kesehariannya suka membaca dan menulis. Kemudian Lintang, teman sebangku Ikal, anak nelayan miskin yang jenius dalam menghitung serta Mahar pria kecil dengan minat dan bakat seni yang hebat. Tujuh lainnya, Sahara, Akiong,  Syahdan, Kucai, Borek, Trapani dan Harun.
Dengan latar Kecamatan Gantong Belitung tahun 1979, sepuluh anak ini menuntut ilmu di SD Muhammadiyah Gantong, sekolah kecil dengan gedung papan dan peralatan yang sangat minim.  Bahkan, belajar mereka pun tidak menggunakan pakaian sekolah.
Namun, sepuluh anak ini dibimbing oleh Muslimah (diperankan oleh Cut Mimi). Ibunda guru bagi “Laskar Pelangi”, wanita lembut penuh kasih sayang. Juga satu-satunya guru yang paling berharga bagi mereka. Tokoh beken, seperti Tora Sudiro, Matius Muchus dan Robby Tumewu pun hadir pada karya “Miles Productions” dan “Mizan Cinema” ini.
Kesan konyol pun tampak terlihat, ketika anak-anak ini pergi ke dukun, hanya untuk mendapatkan mantra agar lulus ujian. Di akhir cerita, penonton dibawa terdiam, penuh keharuan ketika Lintang, si Enstein kecil yang pernah membawa SD Muhammadiyah Gontang menjuarai lomba cerdas cermat, dan sangat dekat dengan Ikal berhenti dari sekolah karena ayahnya sang nelayan, meninggal di lautan.
Sayang, cerita sedikit mengambang, plot film dinaikkan langsung ke 20 tahun ke depan. Ikal, tiba-tiba pulang ke Belitung, setelah mendapat beasiswa S2 di Paris Prancis.(se/jpnn)

Iklan

3 Tanggapan

  1. wooo..saya harus beli tiket dong…terimakasih ya infonya…thanks..

  2. nech film top markotop,…pelepas dashaga dikala hilangnya harga diri bangsa dengan cerita hantu dan cinta2…
    sudah saatnya anak negeri berani berkarya dengan semangat dan prilaku asli anak bangsa,..
    saluuut 1000 jempol buat andrea da riri crew

  3. Aku sudah nontop filmnya menurut ku maaf yaaaaa filmnya biasa aja , soalnya aku dah baca bukunya jadi bayanganku di buku tu bagus baget tapi banyak yang meleset atau tidak di filmkan , aku nunggu adegan pemilihan ketua kelas tidak ada padahal itu kan lucu banget , adegan di komedi putar juga tidak ada , trapani & ibunya akhirnya masuk rumah sakit jiwa juga tidak ada , banyak deh yang kurang…..

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

%d blogger menyukai ini: