Jalur Mudik Siap Pakai

RADAR PALEMBANG, MUDIK-Proyek pembangunan jalur mudik lebaran di Jawa dan Sumatera sejak kemarin dihentikan untuk sementara. Penghentian proyek dimaksudkan agar tidak mengganggu kelancaran arus kendaraan mudik. Proyek akan diteruskan lagi pada 7 Oktober mendatang.


“Peralatan berat telah dipindahkan dari bahu jalan sehingga tidak akan mengganggu arus lalu lintas di jalur mudik,” ujar Dirjen Bina Marga Departemen PU Hermanto Dardak di Jakarta kemarin (25/9).
Hingga kemarin, Ditjen Bina Marga telah menyiapkan hampir 12.150 kilometer jalan di Jawa dan Sumatera guna menghadapi arus lebaran kali ini. Panjang jalan itu terbagi 9 ribu kilometer di Jawa dan 3.150 kilometer di Sumatera.
Jalur utama Jawa meliputi jalur Pantura, Lintas Tengah, Lintas Selatan dengan total panjang 5.670 kilometer, jalan tol sepanjang 600 kilometer, serta jalur alternatif sepanjang 2.714 kilometer. Sedangkan jalur utama Sumatera meliputi Jalintim, dan Pantai Timur, Lintas Tengah dan jalur Penghubung Lintas dengan total panjang 2.298 kilometer dan jalur alternatif 852 kilometer.
Tahun ini, Departemen PU telah menyelesaikan pelebaran dari tiga lajur menjadi empat lajur pada ruas Tegal – Pemalang – Pekalongan sepanjang 23 kilometer. Dengan peningkatan kapasitas ini, para pemudik dapat menikmati lebar empat lajur jalan mulai Jakarta hingga Semarang.
PU juga telah telah menyiapkan jalur mudik di jalur selatan Jawa, termasuk 600 meter jalur lingkar Nagreg. Jalur lingkar itu diyakini dapat mengurai kemacetan di simpang Cagak, kabupaten Bandung, Jawa Barat yang senantiasa terjadi pada arus lebaran.
Ruas Pati-Juwana di Jawa Tengah yang pada awal tahun ini sempat terendam banjir selama sebulan telah turut ditangani. Dari panjang 6 kilometer jalan yang mengalami kerusakan, 3 kilometer diantaranya telah ditangani melalui peninggian dengan konstruksi beton. Sementara sisanya baru ditangani secara fungsional.
Pelebaran jalan juga dilakukan pada Jalan Lintas Timur Sumatera. Pada beberapa bagian Jalintim masih ada yang lebarnya masih sub standar atau hanya 4,5 meter. “Namun pada tahun ini hampir seluruh ruas Jalintim Sumatera bagian selatan telah memiliki lebar 6,5 hingga 7 meter,” terangnya. (noe)

Penanganan jalan Ditjen Bina Marga pada ruas Lintas Sumatera lainnya ialah telah terselesaikan pembangunan jalan pantai timur di Lampung sepanjang 204 Km. Dengan mengunakan jalur alternatif baru yang menghubungkan Bakauheni-Manggala tersebut, pengendara dapat menghemat waktu hampir satu jam bila dibandingkan melalui lintas timur.

”Ruas baru tersebut saat ini mulai ramai dilalui kendaraan, kita juga sudah memberikan rambu-rambu lalu lintas untuk membantu pengemudi,” ujar Hermanto.

Kerusakan sepanjang 75 Km yang tahun lalu terjadi pada ruas Lahat-Tebing Tinggi di ruas lintas tengah Sumatera pada 2008 ini telah berhasil ditangani. Ditjen Bina Marga telah memperbaiki 74 Km diantaranya dan hanya tersisa 1 Km yang belum tertangani.

Dirjen Bina Marga menyatakan dengan penanganan yang telah dilakukan, maka kondisi jalur lebaran pada tahun ini sebagian besar jalan berkondisi baik dan sedang serta hanya sebagian kecil yang berstatus fungsional. Hermanto pun menuturkan untuk jalan berkondisi fungsional tidak akan menghambat arus kendaraan dan siap dilalui.

”Dengan adanya peningkatan kapasitas jalan, kami memperhitungkan jalan sanggup menampung 60 ribu kendaraan per hari dengan kecepatan 30 Km-40 Km per jam pada puncak arus mudik maupun arus balik,” terang Hermanto

Iklan

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

%d blogger menyukai ini: