Komoditas Seret Penurunan Indek

RADAR PALEMBANG, BURSA SAHAM-Jelang libur panjang Lebaran, lantai bursa kembali memerah dan tak bergairah. Kemarin, indeks harga saham gabungan (IHSG) meluruh 13,49 poin atau 0,71 persen menuju level 1.870,06. Sementara indeks LQ-45 melemah 4,765 poin (1,24 persen) menjadi 380,435 Saham yang berguguran mencapai 111 saham. Sementara yang mendaki 75 saham, dan 55 lainnya stagnan. Pada perdagangan sesi pertama, indeks berada pada posisi 1.871.


Pelemahan indeks kemarin terseret lesunya saham-saham berbasis komoditas, baik tambang maupun perkebunan. Emiten berbasis komoditas yang melorot harganya, antara lain, PT Astra Agro Lestari Tbk, PT London Sumatera Plantations Tbk (LSIP), PT Aneka Tambang Tbk (ANTM), PT Bumi Resources Tbk (BUMI), dan PT Tambang Batubara Bukit Asam Tbk (PTBA). Harga saham BUMI tergerus 4,72 persen menuju level Rp 3.525.
Saham-saham berbasis komoditas itu tumbang setelah harga minyak mentah kembali melorot ke level USD 104,46 per barel karena penurunan konsumsi BBM.
Saham di sektor konsumer sebenarnya mengalami penguatan. Hanya saja, hal tersebut tak mampu menopang indeks.
Bursa kawasan kemarin bergerak variatif. Indeks Nikkei Jepang luruh 0,9 persen, indeks KLCI Malaysia turun 0,7 persen, dan indeks Hang Seng turun 0,18 persen.Sementara indeks Kospi Korea mendaki 0,38 persen dan indeks Shanghai naik 3,64 persen.
Analis saham BNI Securities Asti Pohan mengatakan, indeks masih minim sentimen positif. “Investor mengambil keuntungan dengan penguatan saham kemarin (lusa kemarin, Red). Namun, investor juga mengumpulkan saham yang telah dalam terkoreksi,” katanya.
Selain itu, gunjang-ganjing sektor finansial global masih menghantui. “Keraguan atas suntikan dana USD 700 miliar pada sektor keuangan di AS memberikan sentimen yang negatif pada investor di sana,” jelasnya. Terbukti, indeks Dow Jones ditutup melemah.
Meksi fundamental makroekonomi Indonesia masih kuat dan valuasi saham nasional masih relatif menguat, fluktuasi pasar di luar negeri tetap memengaruhi arah gerak investor di bursa saham tanah air.
Hal itu diperkuat dengan kondisi bursa komoditas dan valas yang memberikan data penurunan harga dan nilai tukar. “Hal ini tidak memberikan alasan untuk mengkoleksi saham berbasis komoditas,” jelasnya.
Rencana buy back saham dari perusahaan-perusahaan pelat merah belum jelas realisasinya, sehingga tidak menjadi sinyal yang kuat bagi pergerakan indeks.
Selain itu, jelang libur panjang, investor lebih memilih untuk melakukan aksi pembelian terbatas, terutama untuk saham-saham lapis dua. Sikap investor ini dilakukan untuk menghindari fluktuasi bursa global yang masih terus beraktivitas pada saat bursa saham tanah air libur. (eri)

Iklan

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

%d blogger menyukai ini: