KPU Palembang Tunggu Juklak

RADAR PALEMBANG, PETUNJUK – Hingga kini, KPU Kota Palembang belum bisa melaksanakan sosialisasi pelaksanaan pemilu legislatif (pileg) 2009. Pasalnya, KPU Pusat belum juga mengeluarkan petunjuk pelaksanaan (juklak) dan petunjuk teknis (juknis) sosialisasi.


”Kami dari KPU Kota Palembang sampai saat ini belum bisa melaksanakan sosialisasi sama sekali. Padahal kalau mengacu pada pileg 2004, waktu seperti ini kami sudah menggelar sosialisasi,” tegas Anggota KPU Kota Palembang Ahmad Fuad Anwar kemarin (26/9).
Meski sambung Fuad, KPU pusat telah menggelar simulasi pemilihan di empat daerah. Ini terjadi karena untuk melaksanakan sosialiasasi dibutuhkan juklak dan juknis. Masalahnya KPU Kota Palembang belum menerimanya sama sekali. ”Kami belum dapat juklak dan juknis sosialisasi. Padahal ini penting,” sambungnya.
”Akibatnya terhambatnya kegiatan sosialisasi maka ada kekhawatiran dari kami pelaksanaan akan dirundung masalah. Apalagi sistem yang diterapkan pada pemilu kali ini berbeda dengan pemilu sebelumnya. Salah satunya sistem pemberian hak suara,” jelasnya.
Jika dulu metode yang digunakan dengan cara mencoblos, kini dengan mencontreng. Metode ini memerlukan sosialisasi yang sangat panjang dan harus mendalam. Apalagi saat digelar simulasi ternyata ada daerah tingkata kesalahannya mencapai 40 persen.
Tak hanya sistem memberikan hak suara, masalah lain yang menghadang belum jelasnya ukuran sampai detil surat suara. Dikhawatirkan kalau ini belum jelas, makin mempersulit sosialisasi.
”Dulu di tahun 2004, sudah ada specimentnya, walau baru berupa gambar buah sebagai ganti lambang partai. Nah, kalau ini kami tidak tahu sama sekali. Terus bagaimana kalau caleg mau mensosialisasikan dirinya. Kan sulit,” sambugnya.
Melihat persoalan diatas, Fuad berharap kalau KPU pusat segera mengeluarkan instruksi. ”Mudah-mudahan KPU psaut segera mengeluarkan instruksi untuk sosialisasi. Kalau anggaran tidak ada masalah. Setahu saya sudah ada, tinggal dikucurkan saja. Tinggal lagi sekarang ini memantapkan materinya saja,” imbuhnya.
Berapa besarnya anggaran ? Fuad menerangkan secara pasti dirinya kurang tahu. ”Tetapi kalau salah sekitar Rp 7 sampai 8 miliar. Besarnya sendiri tergantung dengan luasan wilayah, jumlah penduduk di daerah tersebut,” tandasnya.(rul)

Iklan

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

%d blogger menyukai ini: