Motifnya Pembunuhan Masih Gelap

HINGGA tadi malam, polisi masih belum berhasil memastikan apa yang menjadi motif peristiwa tragis tersebut. Apa yang menjadi pemicu Yanuar melakukan pembunuhan masih didalami polisi.
Hanya, tampaknya tak gampang bagi polisi untuk mencari motif tersebut. Meski total telah memeriksa 14 orang saksi, namun tak banyak yang bisa digali polisi mengenai latar belakang Yanuar. ’’Para karyawan menggambarkan Yanuar sebagai sosok yang pendiam, jarang ngomong dengan para karyawan, tertutup, dan tampak selalu menyimpan masalahnya sendiri,’’ kata seorang petugas yang ikut menangani kasus itu.

Bahkan, menurut keterangan sejumlah karyawannya, dalam dua hari terakhir ini, wajah Yanuar selalu tampak murung dan berkerut. Seolah menyimpan beban berat –namun tak diceritakannya. Praktis, polisi hanya bisa tahu data “kasar” soal Yonatan. Selain bekerja di bagian IT pabrik Kopi Kapal Api di Sepanjang, Sidoarjo, praktis keseharian tak banyak yang diketahui polisi.
Ini berbeda jauh dengan sosok Seniwati. Istri Yonatan Jansen Sutanto itu memang memiliki hubungan dekat dengan para karyawan. Apalagi, karakter wanita 36 tahun itu lebih terbuka dan suka bersosialiasi dengan karyawannya. ’’Kami kalau butuh bantuan, larinya pasti ke ibu,’’ kata Benjamin, lelaki 28 tahun yang menjadi karyawan Seniwati.
Fakta ini hanya menguatkan dugaan kalau Yanuar lah yang menjadi pelaku pembunuhan sadis itu –sebelum akhirnya bunuh diri. Namun, apa yang menyebabkan pria 37 tahun itu tega membantai istri dan dua darah dagingnya yang masih kecil tetap lah gelap.
Petunjuknya sebenarnya ada, yakni sebuah tulisan dengan darah di tembok yang berbunyi “aku ini diakalin orang saja”. Namun, petunjuk ke arah mana, polisi masih bingung. Sejumlah spekulasi pun sempat merebak. Apakah ini merupakan masalah kecemburuan ekonomi –di mana pendapatan sang istri jauh lebih besar dari pada suaminya? Maklum saja, selain menjadi agen besar Sari Roti di kawasan Ngagel, Seniwati juga tercatat menjadi karyawati PT Cakerindo, sebuah perusahaan ekspor-impor di kawasan Balongsari.
Namun, petunjuknya kurang kuat. Menurut Siti Humaiyah, salah seorang baby sitter, dirinya mengaku tak pernah tahu pasutri itu bertengkar hebat, terutama hari-hari terakhir ini. ’’Kalau pun ada pertengkaran, itu pertengkaran biasa antara suami-istri. Saya juga tak tahu sampai ada peristiwa seperti ini,’’ tandasnya. (ano/aga)

Iklan

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

%d blogger menyukai ini: