Pabrik Elektronik Pilih Ekspansi

Investasi Semester I Rp 4,43 Triliun

RADAR PALEMBANG, EKSPANSI-Hingga semester pertama tahun 2008 total investasi yang ditanamkan di sektor elektronik mencapai USD 481,7 juta (Rp4,43 triliun). Namun begitu, jumlah investasi untuk ekspansi usaha (penambahan produksi) lebih banyak dilakukan ketimbang investasi baru.


“Ini diluar perkiraaan, artinya dunia usaha elektronik lebih banyak mengembangkan usahanya,” ujar Direktur Elektronik Ditjen Industri Alat Transportasi dan Telematika (IATT) Abdul Wahid kemarin. Tahun 2007 realisasi investasi baru di sektor elektronika mencapai USD 204,7 juta, sedangkan untuk ekspansi sebesar USD 46, 8 juta. Hingga Juli tahun ini investasi baru mencapai USD 151,7 juta, sementara ekspnasi telah mencapai USD 330 juta.
Sebelumnya beberapa produsen seperti Samsung, Sharp dan lainnya berencana melakukan perluasan usaha di tahun ini. Hal tersebut dilakuka untuk menciptakan produk-produk baru serta menggantikan model-model yang sudah usang. Misal, PT Sharp Electronics Indonesia (SEID) yang berencana membangun  line pabrik baru untuk kulkas dan mesin cuci dengan nilai investasi Rp 140 miliar periode tahun fiskal 2008. “mereka fokus kembangkan produk-produk baru,” tukasnya.
Disisi lain, pasar produk elektronik hingga akhir 2008 justru diprediksi akan stagnan atau menurun, seiring kecenderungan penurunan harga komoditas primer. Penurunan penjualan elektronik di Sumatra dan Kalimantan terjadi sejak adanya koreksi harga komoditas primer seperti sawit dan kakao, mulai akhir Juli. ”Ekonomi secara tidak langsung akan mempengaruhi pasar elektronik,” ujar Agus Budiman, National Sales Coordinator Sales Department PT LG Electronics Indonesia (LGEIN).
Secara komposisi, paparnya, sekitar 60 persen penjualan produk elektronik nasional saat ini berasal dari Pulau Jawa dan sisanya 40 persen dari luar Jawa. ”Kalau harga komoditas turun seperti sekarang, pertumbuhan pasar elektronik kemungkinan turun. Selama dua tahun belakangan ini, growth engine ada di luar Jawa, sedangkan penjualan di Jawa cenderung stagnan,” ungkapnya.
Mengutip data Electronic Marketer Club (EMC), Agus mengatakan pertumbuhan pasar produk elektronik pada Agustus 2008 (month-on-month/MoM) hanya empat persen atau lebih rendah dibandingkan dengan periode yang sama 2007 yakni 10 persen. Kendati demikian, LGEIN mencatat pertumbuhan penjualan sekitar 6-7 persen pada Agustus lalu, atau lebih tinggi dari level pertumbuhan secara nasional. ”Tapi menjelang lebaran penjualan pasti cenderung meningkat,” jelasnya. (wir/jpnn)

Iklan

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

%d blogger menyukai ini: