Pengumuman DCS Sumsel Ditunda

DCS PAN dan PKPI Kota Palembang Ditunda

RADAR PALEMBANG, PEMILU – KPU Sumsel menunda pengumuman Daftar Calon Sementara (DCS) calon anggota legislatif DPRD Provinsi Sumsel hingga Senin (29/9) mendatang. Pasalnya KPU Sumsel disibukan dengan sidang gugatan pasangan Syahrial Oesman – Helmy Yahya (SOHE) terhadap hasil pemilukada yang lalu. Sementara, untuk DCS Kota Palembang sudah diumumkan tadi malam.


Kepastian penundaan ini disampaikan Ketua KPU Sumsel Syafitri Irwan yang biasa disapa Iwan. “Belum. Kami belum bisa mengumumkan DCS,” kata Iwan.
Saat ditanya alasannya penundaan, Iwan menjelaskan kalau pihaknya masih di Jakarta. “Kami masih di Jakarta guna mengikuti sidang dan bertindak sebagai saksi. Jadi setelah pulang kami akan menggelar pleno untuk penetapan DCS,” katanya.
Kapan ? Jika tidak ada halangan Iwan mengatakan sepulangnya dari Jakarta sore ini (kemarin, red). Meski pleno bisa digelar cepat, namun pengumuman tetap dilakukan Senin mendatang.
Iwan mengatakan penundaan ini dipastikan tidak melanggar undang-undang dan tahapan yang ada. Mengingat dalam tahapan masa waktu untuk pengumuman dari tanggal 26 September sampai 9 Oktober. “Jadi masih dalam waktu itu, tidak masalah,” ulasnya.
Menyinggung partai yang memiliki kepengurusan ganda dikatakan bahwa hal itu menjadi urusan masing-masing parpol. Parpol yang berpengurusan ganda tersebut dipersilahkan untuk menyelesaikan secara internal dan mandiri sebagai mana yang telah diatur dalam perundang-undangan.
“Bila tidak bisa diselesaikan, maka ada kemungkinan pengumuman DCS dari parpol yang berpengurusan ganda itu ditunda,” tukasnya.
Sementara itu pelaksaan DCS di KPU Kota Palembang berjalan cukup alot. Pasalnya KPU Palembang, mencoba untuk mendamaikan pihak yang “berseteru”. Yaitu DPC PAN dan PKPI Kota Palembang. Karena tidak juga membuahkan hasil, akhirnya KPU Kota Palembang memutuskan menunda pengumuman DCS kedua partai itu. Anggota KPUD Palembang, Ahmad Fuad Anwar mengatakan keputusan ini diambil mengingat kedua belah pihak yang berseteru tidak juga mau islah (damai).
“Kami telah memberikan kesempatan kepada parpol untuk menyatukan diri kembali, namun karena mereka tidak mau islah, kami putuskan untuk menunda mengumumkan DCS keduanya,” ujar Fuad.
Sedangkan untuk PKB dan PIS, KPUD Palembang mengambil keputusan untuk mengakomodir pihak yang diakui oleh kepengurusan yang sah secara hukum seperti DPC PKB Kota Palembang kepengurusan Melsanovri dan DPD PIS Palembang kepengurusan Amri.
Ketua KPUD Palembang, Kemas Khoirul Mukhlis, mengungkapkan KPUD akan mengambil keputusan sepihak jika kedua belah pihak yang bertikai tetap berkeras. “KPU telah mengantongi nama kepengurusan yang sah, dari hasil klarifikasi KPUD ke pengurus parpol masing-masing. Kami akan tetap mengacu pada hukum yang sah seperti peraturan perundangan, keputusan Depkumham, Keputusan KPU, AD/ART Partai politik yang bersangkutan,” imbuhnya.
Selanjutnya DCS para calon anggota legislatif DPRD Kota Palembang ini ditempel di KPU Kota Palembang pada pukul 22.00 WIB. Sedangkan untuk PKPI dan PAN masih menunggu islah kedua kubu hingga pukul 12.00 WIB hari ini.
Terpisah Sekretaris DPW PAN Sumsel, Badrullah Daud Kohar yang menghadiri mediasi antara kedua belah pihak, mengatakan tidak akan mempermasalahkan penundaan pengumuman DCS tersebut. Sebab Menurut Badrullah hal tersebut merupakan kewenangan KPUD sebagai penyelengara pemilu legislatif.
“Jika KPU Kota melakukan penundaan terhadap pengumuman DCS, saya pikit tak masalah, karena itu memang kemewangan KPU sebaga penyelengara pemilu.  Kita lihat saja nanti hasilnya,” ujar Badrullah.
Menyinggung soal penundaan yang dilakukan di KPU Sumsel, Sekretaris DPW Partai Amanat Nasional (PAN) Sumsel Badrullah Daud Kohar menilai hal ini tidak menjadi masalah. Kalau pun ada hanya terjadi pengurangan waktu penyampaian tanggapan masyarakat.
“Tetapi bagi PAN tidak masalah. Pasalnya kami sudah melakukan uji yang ketat terhadap calon yang ada. Jadi kami yakin calon dari kami tidak ada masalah,” tukasnya.
Sementara itu Ketua DPW Partai Bintang Reformasi (PBR) Sumsel Fauzih H Amro menungkapkan partainya tidak mempermasalahkan penundaan ini. Satu bahasa dengan Iwan, alasannya pengumuman masih dalam tenggat waktu yang ada.
“Tidak masalah. Kecuali kalau yang terjadi setelah tanggal 9 Oktober. Baru itu jadi masalah,” tandasnya.(rul)

Iklan

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

%d blogger menyukai ini: