Periksa Rieke, Polisi Bidik Rizal Ramli

RDAR PALEMBANG, PEMBUNGKAMAN- Polisi tampaknya meneruskan rencana memanggil Rizal Ramli dengan status tersangka pasca Lebaran nanti. Buktinya, meski berkas milik Sekjen Komite Bangkit Indonesia (KBI) Ferry Joko Juliantono telah lengkap, polisi masih memerlukan memeriksa saksi baru terkait aksi anarkis mahasiswa dan massa pada 24 Juni lalu. Yang giliran diperiksa kali ini adalah artis Rieke Dyah Pitaloka.

Kendati pemeran Oneng dalam serial komedi populer ini tidak tahu diperiksa sebagai saksi untuk tersangka siapa, penyidik Direktorat I Keamanan dan Trans Nasional Bareskrim Polri mencecarnya seputar peran Rizal Ramli. ”Ada banyak sekali pertanyaan yang mengarah ke saudara Rizal Ramli,” kata pengacara Rieke, Taufik Basari, yang mendampingi di Bareskrim Polri kemarin (25/9).
Total ada 37 pertanyaan yang diajukan penyidik pada Rieke dalam pemeriksaan selama sekitar tiga jam sejak pukul 10.00 itu. ”Saat kami tanya diperiksa untuk tersangka siapa, hanya dijawab tersangkanya masih kita kembangkan. Jadi kita tidak tahu (yang polisi incar) siapa,” tambah mantan direktur Bantuan Hukum dan Advokasi YLBHI itu. Penyidik juga memperdengarkan rekaman pertemuan di gedung PKBI pada 24 April.
Pertemuan itulah yang selama ini dicurigai polisi sebagai perencanaan aksi-aksi penolakan kenaikan BBM di sejumlah kampus di Jakarta, termasuk aksi anarkis setelahnya. ”Saya ditanya apakah aksi-aksi (termasuk aksi anarkis, Red) setelah pertemuan di PKBI itu diarahkan Rizal Ramli,” ujar Rieke menirukan pertanyaan penyidik. Rieke menjawab, ”Aksi itu atas keputusan bersama bahwa elemen masyarakat merasakan betul dampak kenaikan BBM.”
Pada bagian lain, Kejaksaan Agung kemarin menerima pelimpahan tahap dua atas tersangka Ferry Juliantono beserta barang buktinya. Pelimpahan dilakukan di bagian pidana umum Kejagung. Selain sejumlah penyidik, Ferry didampingi pengacaranya Chudri Sitompul.
Chudri menyatakan, penetapan kliennya sebagai tersangka terkesan dipaksakan. Alasannya, belum ada pelaku aksi di lapangan yang ditetapkan sebagai tersangka aksi anarkis. ”Saat demo, Ferry tidak ada di lokasi. Seharusnya, pembuktian dari bawah ke atas, bukan atas ke bawah,” katanya. Setelah pelimpahan, Ferry kembali ditahan di rutan Bareskrim Polri dengan status titipan Kejagung.
Kejagung sendiri telah menetapkan tim jaksa penuntut umum (JPU) yang akan menangani perkara Ferry. Kapuspenkum Kejagung Jasman Pandjaitan mengatakan, jaksa-jaksa itu di antaranya Cirus Sinaga, Agus Riswanto, Puji Raharjo, dan Sapto Subroto. Dua nama pertama merupakan jaksa yang menangani perkara pembunuhan aktivis HAM Munir dengan terdakwa mantan Deputi V/Penggalangan BIN Muchdi Purwopranjono. (naz/fal/oki)

Iklan

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

%d blogger menyukai ini: