Hindari Tujuh Kesalahan Dalam Investasi

Berinvestasi dalam pasar saham dapat disamakan dengan bermain tennis. Dalam permainan tennis, memiliki servis mematikan dan backhand yang mahir dapat saja memenangkan pertandingan dan memperoleh poin yang banyak, namun kemampuan seperti itu tetap saja dapat mendatangkan kesalahan sendiri. Dalam sebuah seri pertandingan tenis, sering sekali pemain dengan kesalahan yang jarang dilakukan adalah pemenang dalam pertandingan. Hanya cukup dengan konsisten mengembalikan bola melewati net-tidak peduli lawan memberikan bola seperti apa-merupakan cara yang terbaik.

Berinvestasi pada pasar saham memiliki kemiripan. Jika Anda mengerti bagaimana menghindari kesalahan-kesalahan berinvestasi, Anda akan menemukan bahwa banyak saham yang terbaik untuk ditemukan dengan kesalahan yang kecil.

Pada pembahasan kali ini saya akan perkenalkan tujuh kesalahan yang sering dilakukan investor dalam bermain saham yang mungkin dapat membantu Anda meraih target-target Anda:

1. Mencari momentum di saham tertentu.

2. Percaya bahwa waktu sekarang adalah berbeda.

3. Cinta kepada saham tertentu.

4. Panik saat pasar sedang turun.

5. Mencoba menebak arah pasar (timing the market)

6. Mengabaikan valuasi

7. Bergantung hanya kepada laba bersih saja.

Mencari Momentum di Saham Tertentu

Berbeda dengan pentingnya membeli perusahaan terbaik dengan kinerja yang konsisten, menaruh dana investasi Anda pada saham yang tidak dikenal, dapat membuat investasi Anda menjadi bencana. Menemukan the next BUMI misalnya, saat perusahaan masih berada dalam tahap pengembangan adalah sangat sulit. Anda dapat saja kesulitan memilih saham mana yang memiliki prospek cerah kedepan dalam industry yang sama.

Percaya bahwa Waktu Sekarang adalah Berbeda

Sejarah memang berulang kembali, pasar yang terlalu optimis (bubble) dapat saja meledak untuk kembali ke titik awalnya, dan tidak mengerti sejarah pasar dapat menjadi penyebab kesalahan berinvestasi.

Contohnya, booming saham-saham energy menyebabkan para analis saham memproyekasikan bahwa laba perusahaan-perusahaan energy akan mengalami pertumbuhan hingga 20% di tahun-tahun kedepan. Lalu ekonomi mengalami masa perlambatan, menyebabkan permintaan akan energy, pembangkit listrik dan lain-lain berkurang, sehingga menyebabkan kenaikan penawaran. Hasilnya, saham-saham energy tersebut mengalami penurunan dari segi pendapatan yang tentunya berpengaruh kepada laba bersihnya.

Poinnya mudah, Anda harus menjadi murid dari sejarah pasar untuk mengerti masa depannya.

Cinta pada Saham Tertentu

Cinta kepada saham tertentu untuk kemudian tidak ingin memiliki saham-saham lain adalah investasi yang memakan waktu karena setiap saham memiliki siklus bisnis masing-masing. Contohnnya saat nickel menjadi primadona karena salah satunya permintaan nickel China yang membangun untuk keperluan olimpiade, harga nickel sempat melonjak diikuti oleh saham-sahamnya, ANTM dan INCO. Permintaan akan nickel melonjak sehingga harga nickel naik luar biasa. Namun, setelah pembangunan infrastuktur olimpiade di China telah selesai, harga nickel kembali ke titik keseimbangan baru diikuti oleh penawarannya. Bagaimana dengan ANTM dan INCO? ANTM misalnya, mencapai titik tertingginya pada level 5300 pada akhir 2007 dan sekarang menjadi 1540. Harga bergerak sesuai ekspektasi akan laba ANTM kedepan, sesuai dengan bisnis penjualan nickelnya, saat permintaan mencapai puncak dan mendorong harga dan penawaran untuk naik, ANTM diuntungkan dengan penjualannya, namun saat permintaan nickel menurun, proyeksi laba bersih ANTM pun menurun menyebabkan harga sahamnya mengalami penyesuaian. ANTM dapat saja kembali menjadi primadona, salah satunya jika permintaan akan nickel dunia kembali menaik, dan inilah sebuah siklus bisnis dari sebuah perusahaan penjual komoditas nickel. Cinta kepada saham seperti ini dapat berakhir dengan berinvestasi pada jangka panjang dan harga saham yang berfluktuasi.

(bersambung..)

Iklan

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

%d blogger menyukai ini: