Palembang Home Base Densus 88

RADAR PALEMBANG, KEPOLISIAN-Kesan tumpang tindih tugas dan wewenang Densus 88/Antiteror di masa lalu diharapkan tak terjadi lagi di masa mendatang. Detasemen yang dibentuk pasca bom Bali I itu mulai ditata ulang. Salah satunya dengan merekonstruksi home base Densus dari semula di tiap Polda menjadi hanya di delapan kota dan membawahi Polda lain.


”Kita inginnya hemat struktur dan kaya fungsi. Dengan begitu, organisasi tidak terlalu gemuk,” kata Kabareskrim Komjen Pol Bambang Hendarso Danuri di Jakarta kemarin (26/9). Ke delapan Polda yang jadi home base itu adalah Medan meliputi Polda NAD, Sumut, dan Sumbar. Lalu Palembang meliputi Polda Sumsel, Lampung, Bengkulu, Jambi, dan Babel.
Jakarta menjadi home base bagi Densus di Polda Metro Jaya, Banten, dan Jabar. Sedangkan ’kantong’ tradisional pelaku teror diawasi dari Surabaya yang membawahi Polda Jatim, Jateng, dan DIJ. Denpasar menjadi home base Densus Polda Bali, NTB, dan NTT. Samarinda menjadi pusat Densus di Kalimantan dengan membawahi Polda Kaltim, Kalsel, Kalbar, dan Kalteng.
Kemudian Makassar menjadi pusat untuk Densus di Polda Sulsel, Sulteng, Sultra, Sulut, dan Gorontalo. Untuk wilayah timur Indonesia di-cover dari Ambon yang membawahi Polda Maluku, Maluku Utara, Papua. ”Karena faktanya, beberapa Polda di luar Jawa, ancamannya tidak sebanding dengan wilayah Polda di Jawa, misalnya,” tambah jenderal bintang tiga yang segera dilantik menjadi Kapolri itu.
Seorang penyidik di lingkungan Densus 88 mengatakan, perubahan itu tidak akan memengaruhi kinerja tim antiteror itu. ”Sebab, kerja menangkap pelaku teror bukan kerja permukaan. Yang dibutuhkan lebih ke informasi intelijen, baru dilanjutkan dengan tindakan oleh anggota crisis and response team,” imbuhnya. Saat ini, sejumlah pentolan pelaku teror memang masih berkeliaran.
Di antaranya, Noordin M. Top, Dul Matin, Umar Arab alias Pa’tek, Abu Para, Dzulkarnain, dan Parlindungan Siregar. Sebagian dari mereka diperkirakan berhasil melarikan diri ke luar negeri. ”Sel yang mereka bangun juga tidak pernah tidur. Begitupun kita yang terus memburu mereka. Masyarakat harus ikut membantu dengan selalu awas terhadap pendatang baru,” tambahnya. (naz/oki/jpnn)

Iklan

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

%d blogger menyukai ini: