Pengusaha Keberatan Bunga Kredit

RADAR PALEMBANG, KREDIT-Suku bunga kredit perbankan kini terus merangkak naik seiring dengan kebijakan bank sentral yang berusaha menjaga stabilitas inflasi. Bagi pengusaha, tingkat bunga yang kini diatas 13 persen per tahun, dinilai sangat memberatkan.


Idealnya, menurut Ketua Gabungan Perusahaan Karet Indonesia (Gapkindo) Sumsel Alex K Eddy, bunga kredit di bawah 10 persen atau sama seperti bunga kredit di negara-negara asing. ”Kalau bagi dunia usaha (bunga) di bawah 10 persen seperti tingkat bunga yang terjadi bagi negara tetangga,” tegasnya, kemarin.
Dia juga menambahkan, dengan bunga seperti sekarang sulit bagi pengusaha untuk menjangkaunya. Untuk itu, di harapkan pemerintah bisa mengerem laju peningkatan bunga supaya tidak naik dalam beberapa bulan ke depan.
Hal senada dilontarkan Pimpinan Carmeta Tour dan Travel, Yudi Timadius. Meski dia mengaku belum tahu pasti berapa tingkat bunga saat ini, namun bila perbankan terus meningkatkan rate bunga pengusaha agak sulit menyesuaikan.
”Yang namanya dagang itu tidak bisa 100 persen menggunakan modal sendiri, perlu juga tambahan dana dari luar untuk proses ekspansi usaha. Mungkin tidak setiap saat, hanya dalam kurun waktu tertentu. Tapi bukan berarti kami tidak butuh. Kalau bank bisa memberi (bunga) lebih murah, senang sekali,” jelas Yudi.
Selama ini, bunga yang ditawarkan masih bisa dijangkau oleh pengusaha, tepatnya dikisaran 11-12 persen pertahun. Ketika dikatakan kalau sekarang bank sudah mulai menjajal tingkat bunga di atas 13 persen, Yudi malah mengatakan hal itu akan menyulitkan dunia usaha. Tapi apabila memang terpaksa harus mendapatkan tambahan dana dari perbankan, dia telah menyiapkan strategi dengan mengurangi plafon kredit yang bakal diambil. ”Dengan begitu angsuran yang dibayar perbulan tidak berat.”
Bagi perbankan, bunga kredit dilevel 13 persen ke atas telah diberlakukan sejak pertengahan tahun ini. Seperti yang dikenakan Bank BNI, untuk rate kredit modal kerja 14 persen sedangkan kredit investasi kini sudah sampai level 14,5 persen. ”Sebenarnya setahun terakhir, bunga terus naik, sebelumnya sekitar pertengahan tahun ini, bunga itu masih ada di 13 persen dan 13,75 persen,” ucap Pemimpin Sentra Kredit Kecil BNI Hasrul Siregar.
Diakuinya, sejak adanya perubahan bunga tersebut penjualan kredit belum alami perubahan. Semuanya cenderung berkembang secara lebih stabil. Malah dari target akhir tahun, BNI Palembang sudah mencapai 89 persen sementara sisa waktu hingga tutup tahun masih ada sekitar tiga bulan lagi
”Sejauh ini kami belum ada kendala. Bahkan kami masih bisa bertindak independen, memberi kredit sesuai ketentuan yang diatur bank sentral. Kami tidak akan memberi kredit itu apabila yang bersangkutan masuk dalam daftar black list Bank Indonesia,” tandas dia.
Tapi selektif bukan berarti bank tidak bisa mengembangkan kredit, banyak cara yang dilakukan Hasrul untuk menggandeng debitur. Calon debitur dibina sekaligus diajak untuk mengikuti aturan perbankan. Bunga bank yang terus bergerak naik ini juga dinilai debitur tidak terlalu bermasalah. Karena BNI mengenakan tarif bunga yang tidak fixed. Artinya ketika bank sentral mengumumkan penurunan suku bunga, bank langsung mengikuti.
”Setiap tiga bulan sekali bank akan menyesuaikan bunga dengan kondisi yang ada. Selain itu kami juga menerapkan metoda negosiasi, apabila debitur itu menggunakan kredit 95 persen, tentunya kami akan kenakan rate nego. Pokoknya lebih fleksibel soal bunga ini.”(ade)

Iklan

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

%d blogger menyukai ini: