Senam Isometrik, Atasi Pegal Saat Mudik

LEBARAN tidak lengkap kalau tidak mudik. Begitu mungkin prinsip bagi warga rantauan yang tinggal jauh dari kampung halaman. Namun, perjalanan jauh berjam-jam seringkali membuat perjalanan mudik menjadi tidak menyenangkan. Berbagai gangguan kesehatan seringkali muncul. Terutama pegal-pegal otot karena lama di dalam kendaraan.

Seperti dikatakan Dr Irfanuddin SpKO yang mengingatkan agar pemudik mempersiapkan fisik sebelum melakukan perjalanan jauh dengan kendaraan. “Karena selama perjalanan itu kita terpaku untuk duduk. Apalagi kalau kondisi kendaraan sangat penuh. Bisa dipastikan penumpang tidak bisa bergerak leluasa sehingga bias memicu terjadinya gangguan pergerakan otot,”ujar dosen Fakultas Kedokteran Unsri ini.

Dikatakan Irfan, saat duduk dalam kondisi yang lama dalam suatu perjalanan, bisa menimbulkan kelelahan otot. Hal ini terjadi karena otot tidak digerakkan sehingga aliran darah menuju jantung akan berkurang. Itu sebabnya, meski melakukan perjalanan jauh tubuh harus bergerak. “Tubuh harus bergerak, agar aliran darah dalam otot tetap berjalan dengan baik. Juga sering muncul rasa kaku pada bagian tubuh tertentu. Bahkan sering terjadi kesemutan sampai kram otot. Kondisi ini disebut sebagai economic class syndrome atau sindroma karena kelas ekonomi akibat tubuh tidak banyak bergerak,”jelas spesialis kesehatan olahraga ini ramah.

Sebenarnya, terang Irfanuddin, kelelahan yang muncul sifatnya sangat individual. Tergantung kebugaran diri sebelumnya. Jika tingkat kebugarannya bagus, maka tidak akan cepat lelah. Maksudnya bila sebelumnya mereka sangat aktif berolahraga, kelelahan yang terjadi baru timbul setelah beberapa jam perjalanan. Tapi bagi orang-orang yang tidak terbiasa berolahraga, kemungkinan untuk capek atau lelah akan lebih cepat terjadi. “Gejala awal kelelahan itu yang biasa dirasakan adalah kesemutan, kebal sampai timbul kram atau kejang otot dan juga bengkak,” ungkapnya.

Pada saat duduk, posisi kaki adalah yang paling rendah. Posisi kaki juga letaknya sangat jauh dari jantung. Sehingga darah yang seharusnya kembali ke jantung dari kaki, berkurang akibat tidak adanya gerakan memompa. Kelelahan maupun kejang otot sering terjadi pada orang yang mengemudi kendaraan pribadi. “Secara fisiologis, setelah empat jam mengemudi ada perubahan fisiologis. Terutama pada kecepatan reaksi,”tambahnya seraya menganjurkan agar saat mudik para pengendara untuk beristirahat setiap 2- 3 jam sekali.

Saat istirahat itu, lanjutnya lakukan senam ringan serta peregangan otot. Itu sangat bagus. Selain itu melakukan peregangan saat duduk ataupun berkendara setiap 30 menit atau satu jam sekali bisa dilakukan. Maksudnya, dengan gerakan tersebut dapat memompa aliran darah, terutama pembuluh darah balik atau vena, kembali ke jantung. “Selain aliran darah yang kurang lancar, sisa oksidasi serta sisa pembakaran dalam tubuh juga bisa terjebak dalam otot. Hal ini juga akan menimbulkan kelelahan. Karena sebenarnya sisa oksidasi tersebut harus diganti dengan oksigen,” bebernya.

Karena itu, saat saat perjalanan mulailah untuk melakukan gerakan-gerakan ringan. Berjalan misalnya. Lakukan lebih kurang 10-15 menit. Kalau tidak bisa jalan, bisa dilakukan sambil duduk dengan melakukan senam isomterik atau senam ditempat duduk. Senam isometrik tidak perlu mengubah panjang otot, tapi ototnyalah yang dikontraksikan.

Senam di tempat duduk ini, intinya adalah mengencangkan seluruh otot. Kontraksi isometric di tempat duduk ini dilakukan seperti menggerakkan sendi-sendi, otot tangan. Selain itu untuk kaki dapat dilakukan dengan menaikkan dan menurunkan tumit. Gerakkan paha ke kanan dan ke kiri. “Yang pasti mengencangkan otot itu dilakukan setiap 2-3 jam sekali dan lakukan peregangan dengan menarik-narik otot di tempat,’’sarannya.(yen)

Iklan

Satu Tanggapan

  1. Piko Pendant adalah suatu piranti berteknologi Piko & Far Infrared yang mampu memecah molekul air sampai pada ukuran sangat kecil/sangat halus. Sehingga memungkinkan untuk diserap lebih cepat oleh tubuh kita.

    Piko Pendant terbuat dari 100 Mineral sehingga ringan & tidak berkarat. Bahan dasar pembuat Piko Pendant terdiri dari serbuk batu-batuan seperti Tourmaline, Germanium & batu dari larva yang mengandung serta memancarkan Infra Red permanen.

    Manfaat Mempergunakan Piko Pendant :

    1. Tubuh lebih segar, sehat dan aktif
    2. Kulit lebih segar dan cantik
    3. Tampak lebih awet muda
    4. Mempercepat proses pembuangan toxic (keringat atau air seni).
    5. Melindungi tubuh dari RADIKAL BEBAS.
    6. Menolak ION POSITIF Menarik ION NEGATIF
    7. Menguatkan fungsi otak & daya ingat.
    8. Membantu penyembuhan : kanker, artritis, rematik, Batuk & Asma, Radang Insomnia, Migran & Depresi, Stress & Hipertensi, Pegal-pegal & Kelelahan dan lain-lain.
    9. Meningkatkan kekuatan phisik & seksualitas.
    10. Tidur lebih nyenyak.

    Piko Pendant ini akan membantu :

    1. System metabolisme tubuh
    2. System peredaran darah
    3. System hormonal
    4. System saraf, otot, dan tulang
    5. System pertumbuhan pada anak
    6. System reproduksi / seksual

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

%d blogger menyukai ini: