Mengenal Dari Dekat Tradisi Tio Ciu

Selalu Memandang Sesuatu dengan Kebaikan

Tionghoa sangat kental dengan beragam tradisi, salah satunya tradisi Tio Ciu atau memakan tujuh macam sayuran hijau pada hari ke tujuh imlek

Iriansyah.b- Palembang

Imlek bukanlah sesuatu yang asing, karena tahun baru masyarakat Tionghoa tersebut selalu saja dirayakan dengan berbagai macam tradisi. Salah satunya adalah tradisi Tio Ciu atau makan tujuh macam sayuran hijau di hari ketujuh imlek. Namun seiring dengan perkembangan zaman, tradisi itupun kian tenggelam terutama di kalangan muda Tionghoa.


Salah satu warga Tionghoa Hardi mengakui banyak tradisi yang dilakukan selama perayaan imlek termasuk dalam hal menu makanan. Namun dirinya tidak pernah mengenal tradisi tersebut. “Nggak pernah, karena satahu saya saat perayaan imlek hanya ada menu buah buahan dan mi. Sayuran sih ada tetapi tidak tahu maknanya, ‘ ujarnya kepada koran ini, kemarin.
Dijelaskannya, dalam perayaaan imlek menu yang paling banyak adalah buah-buah dan mi, sedangkan untuk sayuran hanya ala kadarnya saja.  Hal senada diungkapkan salah satu pemuda Tionghoa Lukman. Menurut pengurus salah satu partai politik ini, selama imlek dirinya hanya mengenal beberapa tradisi, salah satunya adalah tradisi makan onde-onde. ” Kalau sayuran itu saya tidak pernah dengar, ” terangnya.
Dalam perayaan imlek, masyarakat Tionghoa biasanya melakukan tradisi makan onde-onde. Banyak makna dari tradisi ini salah satunya adalah bertambahnya usia.”Jadi siapa yang memakannya, otomatis usianya sudah bertambah satu, ” tegasnya.
Sementara itu Ketua PSMTI Sumsel Pauzi Thamrin menyebutkan tradisi ini biasanya dilakukan bersama keluarga besar saat melakukan makan bersama. Dalam tradisi ini, tidak ada campuran bahan makanan lain dalam memasak berbagai menu sayuran tersebut. Kalaupun ada yang dimasukkan hanya penyedap masakan saja.
Sayuran yang dimasak pada tradisi ini bukanlah sembarang sayuran tetapi sejenis sawi atau kalian dan tidak boleh ada dari jenis makanan bernyawa. Kalau kangkung, walaupun sayuran berwarna hijau tidak diperbolehkan karena kangkung batangnya tidak padat atau kosong. Selain itu, bawang juga tidak dianjurkan karena bisa membuat seseorang mengeluarkan air mata.
Tradisi ini sendiri memiliki makna dengan memakan tujuh sayuran ini, indra penglihatan akan menjadi lebih jelas dan selalu memandang sesuatu dengan kebaikan atau  membersihkan diri. (**/berbagai sumber)

Iklan

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

%d blogger menyukai ini: