Bandara Polonia Tutup Tiga Jam


Kabel Runway 60 Meter Hilang

RADAR PALEMBANG BANDARA-Presiden Susilo Bambang Yudhoyono (SBY) menyinggung soal buruknya pelayanan di bandara Polonia Medan selama angkutan lebaran dalam sidang Kabinet di Istana Negara kemarin. Tak salah, karena bandara itu sempat tutup tiga jam karena lampu runway (landasan pacu) mati Sabtu (4/09/08) lalu.


“Ada kabel listrik untuk lampu-lampu runway yang hilang sehingga tidak memungkinkan untuk operasional, “ ujar Dirjen Perhubungan Udara Departemen Perhubungan, Budi Muliawan Suyitno kepada Jawa Pos kemarin. Hilangnya kabel tersebut menyebabkan sejumlah lampu untuk menuntun pesawat melalui taxi way (jalur menuju apron) tidak menyala. Akibatnya, membahayakan jika ada pesawat yang mendarat.
Budi menjelaskan, hilangnya kabel tersebut diketahui pada pukul 18.05 WIB yang menyebabkan dua sirkuit ruas lampu taxi way mati. Akibatnya, bandara terpaksa ditutup untuk sementara. Otoritas bandara memutuskan utnuk menghentikan operasional bandara mulai  pukul 18.30 WIB hingga 19.30 WIB. Sayang, hingga tenggat waktu itu hanya satu sirkuit lampu yang dapat diperbaiki, satunya belum. “Oleh karena itu penutupan diperpanjang hingga pukul 21.30 WIB,” terangnya.
Hilangnya kabel di bandara terpadat ketiga di Indonesia itu masih menjadi teka-teki. Pihak kepolisian masih menyelidiki apakah kejadian itu melibatkan orang dalam atau ada orang luar yang sengaja masuk ke bandara. Disisi lain juga diselidiki apakah hal itu kejadian pencurian biasa atau sabotase. “Pelakunya pasti orang profesional karena kabel itu bertegangan tinggi. Anehnya kabel yang hilang sepanjang 60 meter kok nggak ada yang tahu,” ungkapnya.
Disisi lain, pemindahan bandara Polonia ke Bandara Kuala Namu terancam molor dari jadwal semula, yaitu Oktober 2009. Menurut Direktur Operasi dan Teknik PT Angkasa Pura (AP) II Tulus Pranowo banyak permasalahan yang masih belum bisa terselesaikan. “Masalahnya cukup kompleks. Lokasi tanah untuk membangun landasan pacu atau run way adalah lahan gambut dan berlumpur sehingga secara teknis butuh waktu pemadatan dan pemancangan tiang sebagai dasarnya,” tuturnya.
Tulus mengatakan, pihaknya belum bisa memastikan sampai kapan pembangunan fisik bandara itu akan selesai. ”Karena untuk pemadatan tanah saja butuh waktu yang cukup lama. Awalnya tanah itu harus dikeruk, airnya di sedot dan setelah tanah kering barulah melakukan pemacangan tiang atau paku bumi,” paparnya.
Impliksi dari semua itu, katanya, diprediksikan biaya investasi untuk Bandara Kuala Namu juga akan meningkat. Sebelumnya, proyek tersebut dialokasikan akan menghabiskan dana sampai Rp 2,3 triliun, dan kemungkinannya akan tambah besar lagi namun nilainya masih dihitung oleh kontraktor. “Pembangunan Bandara Kuala Namu yang direncanakan selesai dan beroperasi Oktober 2009, karena masalahnya sangat kompleks, maka tertunda,” lanjut Tulus.
Menurut Tulus, membangun landasan pacu harus benar-benar memenuhi syarat keselamatan. Secara teknis juga harus memenuhi syarat, baik kepadatan tanah, kerataan permukaan, lebar serta panjang landasannya. Jadi, tidak boleh sembarangan membangun bandara. Harus mengikuti ketentuan teknis, apalagi untuk bandara internasional. Terkait dengan Bandara Polonia, Tulus menambahkan, kondisi saat ini akan tetap dipertahankan. ”Tetap akan dimanfaatkan sebagaimana adanya sampai Bandara Kuala Namu selesai dan siap dioperasikan,” jelasnya. (wir)

Iklan

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

%d blogger menyukai ini: