Dewan Ragukan Operasional RSUD

RADAR PALEMBANG, PRABUMULIH – Rumah Sakit Umum Daerah (RSUD) Prabumulih yang sudah berdiri kokoh di Jl Lingkar, Kelurahan Gunung Kecamatan Ibul Prabumulih Timur, belum bias difungsikan dalam hitungan satu atau dua tahun kedepan.
Keraguan itu diungkapkan anggota Komisi A DPRD, Rizal Kenedy usai inspeksi mendadak (sidak) ke RSUD kemarin.

“Kalau begini terus, tahun depan (2009) belum tentu (RSUD) bisa digunakan, mungkin 2010 baru bisa,” kata Rizal mengeluh.
Komisi A DPRD melakukan sidak ke RSUD Prabumulih, setelah sebelumnya menyidak gudang penyimpanan obat-obatan baru milik Dinas Kesehatan (Dinkes) Kota Prabumulih, di kompleks perkantoran walikota di Desa Sindur, Kecamatan Cambai. Ikut dalam sidak itu, Ketua Komisi A M Erwadi dan Rizal Kenedy.
Keraguan operasional RSUD kelas B milik pemerintah kota itu diutarakan Rizal atas berbagai alasan di antaranya, belum lengkapnya alat-alat kesehatan (alkes) RSUD Prabumulih.
Meski menurut Rizal anggaran untuk alkes sudah dikucurkan sejak 2005 silam, dengan nilai yang tak sedikit mecapai miliaran rupiah. Namun, lanjut dia tetap saja alkes yang dibutuhkan untuk melengkapi seluruh peratalan canggih di RSUD itu belum cukup. “Apalagi alkes yang ada saja sekarang hanya ditumpuk-tumpuk saja di ruangan satu di ruangan lain. Seharusnya sudah diset dan di- connect-kan (disambungkan, red),” kata dia.
Senada dengan Rizal, M Erwady juga meragukan kesiapan operasional RSUD Prabumulih. Menurut dia, sampai saat ini masih banyak bangunan yang masih perlu perbaikan. Salah satunya adalah dapur rumah sakit, yang ukurannya lebih kecil dan tak bisa menampung peralatan-peralatan yang ada. “Lihat saja, itu alat-alat masak menumpuk di luar,” timpalnya.
Komisi A juga sempat mengecek kesiapan genset bernilai Rp1,8 miliar yang digunakan untuk RSUD. Sidak mengecek kesiapan genset bernilai miliaran itu nyaris batal, karena kunci ruangan tak ditemukan. Setelah akhirnya dipaksa dibuka dengan mencongkel pintu ruangan genset, akhirnya Komisi A bisa masuk kedalam ruangan itu. Komisi A juga sempat menyidak alat-alat kesehatan seperti alat-alat operasi.
Sementara itu, mantan pimpinan proyek pengadaan alat kesehatan RSUD Prabumulih, yang saat ini menjabat sebagai kepala bidang Program di Dinkes Prabumulih, Rusli Kholik mengatakan, sejak tahun 2005-2007 (waktu itu menjadi pimpro), sedikitnya sudah dianggarkan lebih dari sekitar Rp 15.3 miliar.
Namun menurut Rusli dan Fikri angaran yang dihabiskan untuk membeli alkes yang totalnya sudah mencapai sekitar Rp 16 miliar lebih itu, belum juga cukup. Masih dibutuhkan anggaran puluhan miliar lagi untuk mencukupi seluruh alat-alat canggih
kesehatan untuk RSUD Prabumulih.
Dirut RSUD Prabumulih dr Ali Indra Hanafiah usai sidak menegaskan, meski masih banyak peralatan kesehatan yang kurang di RSUD Prabumulih, ia optimis RSUD Prabumulih sudah bisa difungsikan tahun ini juga. “Paling lambat terbit matahari 1 Januari 2009, RSUD ini sudah berfungsi,” terangnya tegas. (far)

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

%d blogger menyukai ini: