Disperindag Jamin Normalkan Harga Sayur

RADAR PALEMBANG,POKOK-Harga harga sayur-mayur di beberapa kawasan poasar tradisional di Palembang sejak sepekan lalu mengalami kenaikan 7-8 persen. Menyikapi itu,  Dinas Perindustrian dan Perdagangan  (Disperindag) Sumsel menjamin bakal kembali stabil dalam minggu ini.


Menurut Kepala Dinas Perindustrian dan Perdagangan H Eppy Mirza, terjadinya lonjakan harga tersebut lebih banyak dipengaruhi oleh mandegnya aktivitas distribusi selama hari lebaran. Khususnya dari beberapa wilayah pemasok sayur mayur seperti Pagaralam dan Bengkulu, yang mulai menghentikan distribusi sejak H-2 lebaran lalu. Sehingga stok di pengecer atau pasar  tradisional menipis.
Tak heran bila cabe tembus di harga Rp 40.000 per kilogram, begitupun dengan kondisi sayur seperti kol naik hingga Rp 6.000 per kilogram, juga kentang mencapai Rp 7.000 per kilogram.
’’Kita sudah terjun ke beberapa pasar melihat kondisi pasokan,  sudah dua hari terakhir mulai normal kembali. Kalau biasanya bisa mencapai 1-2 ton. Pasokan mulai normal masuk 1 ton. Kita jamin minggu ini semua pasokan dan harga kembali normal,’’ujar H Eppy.
Bahkan, untuk beberapa harga kebutuhan pkok sembako, daging menurutnya bakal terus berangsur normal kembali ke harga semula. ’’Kita sudah pantau seluruh distributor dan pemasok untuk tetap menjaga stabilitas harga dan pasokan, meskipun Natal, Idul Adha dan tahun baru bakal berlangsung bersamaan bulan Desember,’’ungkapnya.
Sejauh ini pihaknya telah melakukan antisipasi mulai pengawasan setiap hari di seluruh pasar, hingga penyiapan Operasi Pasar (OP) untuk 3 hari besar ke depan. ’’Kita yakin, kalaupun terjadi kenaikan tidak sampai diatas 10 persen,’’imbuhnya.
Hal itu bisa dilihat selama menyembut Hari Raya Idul Fitri, sesuai sampling diambil, harga rata-rata setiap kebutuhan pokok hanya mengalami kenaikan tertinggi 8,5 persen, dan belum ada mencapai diatas 10 persen.
Itupun hanya ditempati bahan pokok seperti beras, dan tepung terigu. Sementara sembako lainya relatifstabil pada kenaikan di angka 5 persen. Pihaknya optimis, kondisi ini bakal aman hingga Natal, Idul Adha dan Tahun baru mendatang.
Saat ini, pihaknya masih siaga I melakukan pengawasan, agar mekanisme barang bisa terus stabil. Karena dengan sulitnya turun beberapa jenis komoditi dagingdan telur setelah lebaran, indikasi bisa terus naik saat natal idul adha nanti.Makanya, terus dipantau. Baik ritel pengecer hingga distributor sampai bulan Desember nanti.(ayu)

Iklan

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

%d blogger menyukai ini: