Dua ABK RI Tenggelam di Perairan Vietnam

Dihempas Ombak 10 M

RADAR PALEMBANG, TENGGELAM- Sebelas orang Anak Buah Kapal (ABK) asal Indonesia yang bekerja pada dua buah kapal barang, Yinsor Power 1 dan Yinsor Power 2 berbendera Malaysia, mengalami musibah di perairan Vietnam pada l 30 September 2008. Musibah tersebut menenggelamkan Yinsor 1 dan menelan 2 korban jiwa dari 11 orang ABK.


Juru Bicara Departemen Luar Negeri Teuku Faizasyah mengemukakan bahwa dalam musibah tersebut mereka mendapat pertolongan dari sebuah kapal kargo Portlang berbendera Singapura dan Angkatan Laut Vietnam.
“Yinsor 1 memiliki 6 ABK WNI dan 2 ABK warga Malaysia. Sedangkan Yinsor 2 hanya memiliki 5 ABK dan semuanya berasal dari Indonesia. Mereka bersama-sama berlayar dari Hongkong pada 26 September 2008 menuju Malaysia melewati perairan Vietnam,” ujarnya di Jakarta kemarin (06/10)
Faiz mengemukakan bahwa KBRI  Hanoi dan KJRI  Ho Chi Minh City telah memberikan pertolongan yang diperlukan oleh kelima ABK yang selamat dan memastikan mereka berada dalam keadaan sehat fisik dan mental, serta mendapat tempat penampungan yang sesuai di kota Danang.
“Jenazah korban yang meninggal juga dipastikan berada di rumah sakit kota Danang. KBRI telah diinformasikan oleh agen yang ditunjuk oleh pihak Yinsor bahwa pemilik kapal yang berada di Malaysia akan bertanggungjawab untuk pengiriman jenazah dan bertanggungjawab terhadap ABK yang selamat,” lanjutnya.
KBRI juga telah berhasil menghubungi pihak keluarga korban meninggal yang jenazahnya terselamatkan. Namun KBRI belum berhasil menghubungi pihak keluarga korban meninggal yang jenazahnya masih hilang.
Kelima orang ABK yang diselamatkan oleh Angkatan Laut Vietnam dari kapal Yinsor Power 2 dan berada dalam keadaan sehat adalah antara lainYohanes Dandels Parera (paspor S 369978), Johan Julius Tomasila (paspor B 020624), Sunarto (paspor B 017633), Agus Suriadi (paspor R 452898) dan Djamaludin Waeri (paspor hilang).
Sedangkan jenazah korban yang juga diselamatkan oleh Angkatan Laut Vietnam adalah Ahmad Darbi, pemegang buku pelaut no. 6985/DMI/2000. Jenazah almarhum sekarang berada di rumah sakit Danang, Vietnam. Sedangkan korban yang masih hilang adalah Jantje Manope, pemegang paspor no. B 179698.
Musibah berawal dari cuaca buruk yang terjadi  28 September 2008 di dekat perairan Vietnam dan pada saat yang sama kapal Yinsor 2 mengalami kerusakan mesin sehingga ditarik oleh kapal Yinsor 1.
Menurut penuturan ABK yang selamat, korban jiwa terjadi saat dilakukan evakuasi dari Yinsor 2 ke kapal kargo. Empat ABK dari Yinsor 1 dapat diselamatkan tetapi 2 ABK lainnya tidak dapat diselamatkan jiwanya. Satu diantara 2 korban meninggal terlempar ke dalam laut karena arus yang sangat kuat dan 1 orang lagi meninggal karena terbentur badan kapal.
“Menurut mereka, pada saat tersebut ombak laut mencapai ketinggian hampir 10 meter,” ungkapnya.
Karena kondisi cuaca yang semakin buruk dan keadaan yang sudah tidak memungkinkan lagi untuk evakuasi ke kapal kargo, mereka memutuskan untuk tidak melanjutkan evakuasi dan meninggalkan Yinsor 2 beserta ABK-nya. Kapal kargo kemudian melajutkan perjalanan bersama dengan keempat ABK WNI yang telah diselamatkan.
Sehari setelah tenggelamnya Yinsor 1, 30 September 2008, Angkatan Laut Vietnam menyelamatkan kapal Yinsor 2 beserta ABK-nya. Yinsor 2 pada 2 Oktober 2008 pukul 06.00, ditarik ke pelabuhan Danang, Vietnam dan pukul 12.30 seluruh ABK yang selamat dan jenazah dibawa ke Rumah Sakit di kota Danang untuk dilakukan pengecekan kesehatan dan penyimpanan jenazah.
Staf KBRI  Hanoi dan KJRI  Ho Chi Minh City  langsung menemui para ABK di Hotel Danang, tempat penampungan mereka. Dapat dipastikan bahwa kondisi fisik dan mental mereka cukup baik. KBRI mengupayakan agar mereka tetap tinggal di hotel tersebut sebelum dipulangkan.
KBRI juga memberikan pertolongan yang diperlukan termasuk dokumen perjalanan pengganti paspor. Selain itu, KBRI juga terus berkoordinasi dengan pemilik kapal dan Pemerintah setempat dalam rangka memulangkan semua ABK yang selamat, jenazah yang menjadi korban, serta berupaya mencari jenazah yang masih hilang.
“KBRI sangat menghargai bantuan dan kerja sama yang diberikan oleh Pemerintah Vietnam dalam memberi bantuan pertolongan kepada para ABK asal Indonesia. KBRI juga memberi penghargaan kepada awak kapal kargo Portlang yang telah memberi pertolongan dan menyelamatkan ABK asal Indonesia,” pungkasnya. (iw)

Iklan

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

%d blogger menyukai ini: