Indeks Terjun Bebas 10 Persen

Indeks harga saham gabungan kemarin mengalami minus paling dalam, bahkan persentase penurunanya sangat drastis hingga 10,028 persen atau 183,77 poin di level 1.648,739. Kebijakan bailout yang diluncurkan pemerintah AS yang sangat kontroversial itu, juga diikuti pemerintah negara-negara Eropa.

Perusahaan keuangan dan investment di Eropa khususnya Belgia serta Luxemburg, diambang pailit. Pemerintah negara tersebut akan mengambil alih (take over) aset perusahaan tersebut sama halnya dengan langkah bailout yang dilakukan pemerintah AS terhadap perusahaan keuangannya yang alami krisis. Rencananya Fortis Investment akan diambil alih oleh perusahaan pemerintah BNP Paribas SA.

Krisis lembaga keuangan tidak lagi hanya terjadi di AS melainkan telah meluas ke Eropa. Tak hanya itu, perusahaan-perusahaan di negara Asia mulai terimbas krisis yang diawali subprime mortgage di AS tersebut. Padahal selama ini, meski pasar bursa Asia banyak alami minus akan tetapi perusahaan keuangannya dalam kondisi baik. Ancaman inilah yang membuat pasar bursa di Asia rata-rata minus dalam.

Australia AORD turun 3,36 persen (158,1 poin) di level 4.544,7, Shanghai SSEC minus 5,23 persen (120,05 poin) di 2.173,74, STI minus 5,53 persen (127,04 poin) di 2.170,08 serta Nikkei minus 4,25 persen (465,05 poin) di 10.473,09.

Pemerintah negara ini mengkhawatirkan krisis Asia dan Eropa ini akan mengancam pertumbuhan PDRB. Investor makin takut untuk bertransaksi di pasar bursa sehingga memilih menjauhi resiko dan banyak lakukan penjualan.

Investor keluar market dan beralih ke pasar valas. Akibatnya mata uang dolar menguat terhadap 16 mata uang negara lain termasuk rupiah. Kemarin rupiah ditutup menguat 0,105 persen (10 poin) di harga Rp 9.575.

Banyaknya aksi penjualan itu membuat lima saham kemarin melakukan suspend sementara, seperti PTBA, BUMI, ITMG, UNSP serta BNBR. Kelima saham ini harga dinilai terlalu rendah sehingga BEI membuat batasan harga maksimum. Investor tidak boleh membeli saham di bawah harga itu. PTBA diberi batasan Rp 7.200, ITMG Rp 17.300, BNBR Rp 145 dan UNSP Rp 460 perlembar saham.

Nilai transaksi kemarin sebesar Rp 4,588 triliun, saham yang menguat hanya 10 saham sedangkan minus dialami 209 saham dan 9 lainnya tidak berubah. Saham yang menguat dan memiliki volume transaksi terbanyak BNII naik 40,32 persen (125) di 435, BTPN menguat 250 (12,5 persen) di 2.250, BTEK naik 10 (10,2 persen) di 108, CPIN naik 6,33 persen (50) di 840, RALS naik 30 (3,7 persen) di 840 dan MTSN menguat 15 poin (3,12 persen) di 495.

Adapun saham yang turun antara lain BTEL warran minus 52,73 persen (58 poin) di 52, DEWA warran turun 43,4 persen (23 poin) di 30, BNBR turun 40,82 persen (100 poin) 145 dan LMPI minus 39,39 persen (39 poin) di 60.(ade)

Iklan

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

%d blogger menyukai ini: