Inflasi Palembang Diatas Nasional

RADAR PALEMBANG,INFLASI-Kenaikan Indeks Harga Konsumen (IHK)  kelompok makanan jadi dan bahan makanan, bulan ini ternyata menjadi penyumbang tingginya inflasi. Pada bulan September inflasi Palembang mencapai 1,05 persen dan berada diatas angka rata-rata nasional 0,97 persen.


Menurut catat Badan Pusat Statistik (BPS) Palembang, kelompok bahan makanan  menyumbang 1,99 persen, kelompok makanan jadi menyumbang 1,46 persen, sisanya kelompok perumahan air dan listrik mencapai 1,62 persen. Untuk kelompk sandang malah sebalinya terjadi deflasi sebesar –0,07 persen, begitupun dengan transportasi dan komunikasi deflasi mencapai –0,14 persen.
Untuk kelompok makanan dan bahan makanan, selain daging ayam ras menempati posisi tertinggi menyumbang hingga 0,1612 persen. pempek, tekwan dan model ternyata juga menyumbang hingga 0,1214 persen, disusul bahan bakar rumah tangga mencapai 0,1211 persen. Baru disusul bahan lainya telur ayam 0,0844 persen, ikan gabus 0,0744 persen, daging sapi 0,0574 persen, beras 0,0531 persen, gula merah 0,0223 persen dan udang basah juga angkutan antar kota mencapai rata-rata 0,0194 persen.
Hal ini cenderung dipengaruhi oleh datangnya bulan puasa dan hari besar Islam sejak awal September lalu, sehingga mampu mendongkrak seluruh bahan makanan dan makanan jadi menjadi penyumbang terbesar.’
Sebaliknya terjadinya deflasi sektor sandang dan transportasi saat ini, masyarakat masih meunda melakukan pembelian juga kebutuhan traveling. Diprediksi, inflasi Oktober mendatang malah bakal disumbang besaran sektor transportasi, sandang dan makanan.
Menurut Kabid Statistik BPS Palembang Nazaruddin Lathief, meskipun inflasi Palembang relatif stabil di angka rata-rata 1 persen. namun tak memberikan pengaruh banyak terhadap gejolak perekonomian Sumsel.
Sebab angka indeks kemampuan daya beli masyarakat cukup tinggi.Buktinya Nilai Tukar Petani (NTP) Agustus 2008 mampu menembus angka daiatas100 yakni 103,52 persen.
Ini cukup luar biasa, artinya tingkat kesejehteraan petani yang menjadi tolak ukur perekonomian tingkat bawah terus membaik dibandingkan tahun dasar 2007 lalu. Meskipun jenis komoditi masih banyak tersektor di jenis Padi dan Palawija naik sebesar 0,28 persen, juga komoditi holtikultura naik 1,77 persen, peternak naik 0,20 dan nelayan naik 0,60 persen.
Setidaknya bisa memberikan pencerahan tersendiri bagi aktivitas ekonomi sektor riiil. Sehingga inflasi pedesaan Agustus mencapai 0,66 persen dipengaruhi naiknya biaya pembelian bahan makanan dan makanan jadi, mampu dibendung dan tetap menjadi jilai stabilisasi tingkat petani.(ayu)

Iklan

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

%d blogger menyukai ini: