Keuntungan Pertamina Bersih Turun

RADAR PALEMBANG, KINERJA-Kinerja PT Pertamina semester I tahun ini diperkirakan tidak secemerlang semester satu. Ini terkait turunnya harga minyak dan naiknya biaya operasional perseroan.
Demikian diungkapkan Wakil Dirut PT Pertamina Iin Arifin Takhyan. Menurut dia, turunnya harga minyak dan beban biaya operasional bakal menjadi faktor signifikan yang menekan laba bersih perseroan pada semester II. ”Kemungkinan memang akan turun,” ujarnya saat ditemui pada acara Halalbihalal di Kantor Pusat Pertamina kemarin (6/10).


Semester I lalu, Pertamina memang mencatat kinerja cemerlang. Pendapatan atau revenue menembus angka Rp 270,99 triliun dan laba bersih mencapai Rp 16,07 triliun atau sekitar 70 persen dari target laba 2008 yang sebesar Rp 24 triliun.
Iin mengatakan, target laba Rp 24 triliun tersebut hampir pasti tercapai. Namun raihan laba Rp 16 triliun sepanjang semester I lalu tampaknya sulit dicapai. ”Tren harga minyak sedang turun, meski sampai akhir tahun rata-ratanya masih cukup tinggi, di atas patokan ICP USD 90 per barel,” katanya.
Berdasar data Ditjen Migas Departemen ESDM, harga patokan minyak Indonesia (Indonesian Crude Price/ICP) sepanjang semester I 2008 mencapai USD 109,50 per barel. Pada semester II, grafik angka ICP menunjukkan tren turun. Setelah mencapai puncak pada Juli di level USD 134,96 per barel, ICP Agustus turun ke USD 115,56 per barel dan ICP September melorot ke USD 99,06 per barel.
Selama ini, sekitar 80 persen laba Pertamina memang ditopang oleh kinerja sektor hulu atau kegiatan produksi migas. Sehingga turunnya harga minyak akan memangkas laba perseroan.
Selain harga minyak, lanjut Iin, faktor signifikan yang berpotensi menekan laba adalah pembengkakan biaya operasional. Menurut dia, biaya operasional pada semester I memang masih rendah. ”Biaya-biaya untuk proyek biasanya banyak keluar pada kuartal III. Karena biaya tinggi, otomatis laba juga akan turun,” terangnya.
Berdasar laporan keuangan Pertamina, biaya operasional pada semester I lalu hanya mencapai Rp 17,77 triliun. Semester II nanti, beban biaya operasi yang harus dikeluarkan perseroan dipasti meningkat. ”Grafiknya akan naik,” ujarnya.
Sementara itu, terkait proyeksi kinerja 2009, Dirut PT Pertamina Ari H. Soemarno mengatakan, saat ini pihaknya tengah melakukan pembahasan bersama pemerintah. ”Yang jelas akan lebih tinggi dari target laba 2008 (Rp 24 triliun, Red), tapi belum tentu lebih tinggi dari realisasi laba 2008,” ujarnya di Kantor Pusat Pertamina kemarin.
Sedangkan terkait krisis keuangan di Amerika Serikat (AS), Ari mengatakan tidak akan banyak berpengaruh terhadap kinerja Pertamina. ”Artinya, proyek-proyek akan tetap berjalan sesuai rencana,” katanya.
Menurut Ari, pendanaan eksternal untuk proyek-proyek Pertamina lebih banyak berasal dari Jepang atau Timur Tengah. ”Proyeksi dana dari AS tidak ada, jadi tidak akan berpengaruh,” terangnya.(owi/jpnn)

Iklan

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

%d blogger menyukai ini: