Konflik PKB, Ramlan Holdan Diisukan Dipecat

RADAR PALEMBANG, ANGGOTA – Menjelang pemilu legislatif (pileg) yang tinggal 7 bulan lagi, DPW Partai Kebangkitan Bangsa (PKB) melakukan pemecatan terhadap kadernya, Ramlan Holdan. Menariknya terhadap persoalan ini antara Dewan Tanfidz dan Syuro tidak satu kata.


”Mengenai pemecatan anggota dari PKB, kami sudah sepakat dan sudah mendapat petunjuk dari DPP. Kalau ada diantara anggota PKB yang duduk di legislatif membuat masalah maka ia akan dipecat,” tegas Ketua Dewan Syuro DPW PKB Sumsel Bursali Djaun yang dibincangi di DPRD Sumsel, kemarin (6/10).
Meski demikian, sambung Bursali, hal ini belum ada SK nya. Tetapi dapat dipastikan dalam waktu dekat DPP PKB akan mengirimkan SK pemecatan terhadap Ramlan. ”Sekarang SK nya belum ada. Tetapi dalam waktu dekat SK segara turun,” katanya.
Setelah SK turun sambung Bursali maka yang bersangkutan akan pula dilengser dari posisinya sebagai anggota dewan. ”Jelas. Karena ia duduk di dewan perwakilan parta,” imbuhnya.
Saat ditanya alasan pemecatan, Bursali enggan mengatakannya. Hanya saja ia mengatakan ada persoalan KKN yang tersangkut di Ramlan Holdan. Bukan persolan dukung-mendukung pada pemilukada gubernur Sumsel yang lalu.
Menariknya ketika Ketua Dewan Tanfidz DPW PKB Sumsel Imran Chaniago dikonformasi terkesan kaget. Bahkan berulang-ulang Imran menanyakan kembali kepada RADAR PALEMBANG. Bahkan ia menanyakan dari mana kabar itu, dan dimana bertemu dengan Bursali Djaun ”Belum ada. Belum,” katanya dengan nada kaget.
Untuk melakukan pemecatan kata Imran ada mekanisme tersendiri di PKB. ”Mekanismenya harus dibahas dipleno terlebih dahulu. Nanti akan dilihat persoalannya ada apa dulu. Dan sejauh mana. Tidak bisa langsung dipecat,” katanya singkat.
Terpisah, Ramlan Holdan yang dibincangi di ruang pribadinya di DPRD Sumsel ternyata belum mau berkomentar banyak terkait dengan pemecatannya. Ramlan hanya menegaskan sampai saat ini belum ada pemecatan terhadap dirinya. ”Belum ada pembahasan pemecatan. Saya belum tahu. Saya sendiri tidak perlu berkomentar banyak. Semua saya serahkan kepada partai,” tukasnya.
Untuk memecat sambung Ramlan di PKB ada mekanisme. Harus dibahas dalam rapat pleno yang digelar antara Dewan Syuro dan Tanfidz. Selanjutnya Dewan Tanfidz akan menyurati DPP terkait pemecatan. ”Nah, selama ini proses seperti ini belum ada,” tandasnya.
Sementara itu, isu pemecatan juga terjadi pada dua anggota DPRD Sumsel dari Partai Bintang Reformasi (PBR). Yaitu Nur Iswanto dan Syarkowi Wijaya. Keduanya dipecat dari PBR karena pindah partai. Untuk diketahui, Nur Iswanto kini berada di Partai Gerindra, dan Syarkowi Wijaya pindah ke PPNUI.
Namun lagi-lagi ketika dikonfirmasi, Ketua DPW PBR Sumsel Fauzi H Amro enggan berkomentar. ”Nantilah. Soal pemecatan ini nanti kami akan menggelar konfrensi pers saja,” katanya singkat.(rul)

Iklan

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

%d blogger menyukai ini: