Laskar Pelangi Melebihi Ekspektasi

RADAR PALEMBANG, Film-Laskar Pelangi tembus ekspektasi. Film garapan sutradara Riri Reza itu ditonton 1,1 juta orang dalam jangka waktu sepuluh hari. Selain break event point, hal tersebut membuktikan bahwa masyarakat Indonesia mulai membuka diri terhadap film dengan genre di luar kategori mainstream.


Salah satu kekhawatiran terbesar dari Miles Production dan Mizan Production dalam memproduksi film Laskar Pelangi adalah ceritanya di luar kategori mainstream, yakni horor, komedi, dan percintaan.
Hal itu diakui oleh Putut Widjanarko, vice president operations Mizan. Menurut dia, tema dan jalan cerita Laskar Pelangi yang sesuai novelnya sangat berbeda dengan kebanyakan tema film di bioskop. ”Awalnya, kami nervous di situ,” ucap Putut.
Kini, kata Putut, kekhawatiran tersebut tidak terbukti. Dia menilai, jumlah 1,1 juta penonton sementara ini sangat membahagiakan, melebihi penjualan novelnya yang mencapai 700 ribu eksemplar. ”Tapi, antara film dan novel berbeda. Orang nonton film bisa sampai dua kali ya,” terangnya.
Putut menganggap prestasi itu sebagai bukti masyarakat Indonesia mulai menerima kehadiran film lain dengan tema berbeda. ”Kami bersyukur film ini mendapat apresiasi yang besar sekali,” imbuhnya.
Soal adanya perbedaan antara novel dan tafsirnya dalam film, itu justru bukan masalah. Putut mengatakan, mengutip ungkapan Andrea Hirata, untuk apa film itu dibuat jika isinya sama saja dengan yang terdapat dalam novel.
Mira Lesmana, produser dari Miles Production, menambahkan, pihaknya realistis ketika film Laskar Pelangi dirilis. Karena alasan genre yang berbeda, dia tidak berani pasang target untuk mendapatkan penonton sebanyak-banyaknya.
Hanya, menurut dia, jika menghitung biaya produksinya, film tersebut harus ditonton satu juta penonton agar bisa balik modal atau break event point. ”Sampai 700 ribu penonton saja sudah melebihi ekspektasi,” katanya saat diwawancara belum lama ini.
Mizan Production dan Miles Production saat ini sedang bersiap-siap mengerjakan film sekuel, Sang Pemimpi, sesuai dengan novel milik Andrea Hirata itu. ”Insya Allah masih (kerja sama dengan Miles Production). Sudah seperti jodoh memang ya,” tutur Putut. (gen/tia)

Iklan

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

%d blogger menyukai ini: