MA Setujui Pencabutan Gugatan SOHE

Selangkah Lagi Alex Resmi Jadi Gubernur Sumsel

RADAR PALEMBANG, PILKADA-Majelis hakim Mahkamah Agung (MA) akhirnya menyetujui  pencabutan gugatan Pemilukada  yang diajukan pasangan Syahrial Oesman –Helmi Yahya (SOHE) kepada KPUD Sumatera Selatan (Sumsel). Majelis hakim yang dipimpin Prof Dr Paulus E Lotulung SH itu berharap pencabutan gugatan itu sebagai sebuah upaya yang lebih baik. Sementara itu, Ketua DPRD Provinsi Sumsel Zamzami Achmad menegaskan, dewan tengeh mempersiapkan pelantikan Gubernur Sumsel terpilih, pasangan Alex Noerdin dan Eddy Yusuf (Aldy). Dengan demikian, selangkah lagi Alex Noerdin  resmi sebagai gubernur Sumsel.


’’Dengan dicabutnya gugatan ini, berarti ini bukan perdamaian. Inipencabutan gugatan. Berarti sidang kita stop,” kata Paulus di ruang sidang MA, di Lt 2 Pengadilan Tipikor, Jl HR Rasuna Said Jakarta Selatan, Senin (6/10).
Sidang Senin (6/10) yang diketuai hakim Prof Dr Paulus E Lotulung SH dan panitera pengganti Samir Erdy SH MH itu sebetulnya jadwal penyerahkan bukti-bukti tertulis. Namun, Syahrial Oesman melalui kuasa hukumnya, Bambang Hariyanto SH MH mencabut gugatan terhadap KPUD Sumsel dengan alasan untuk membuat suasana lebih kondusif di Sumsel dan pembangunan bisa diteruskan. Menruut Bambang, Syahrial sendiri saat persidangan berlangsung masih dalam perjalanan pulang dari umroh di tanah suci.
Menurut Paulus, pencabutan gugatan itu diharapkan bisa menjadikan kondisi yang lebih kondusif di Sumsel. “Majelis juga bersyukur.  Berarti dengan pencabutan ini tidak ada yang menang dan tidak ada yang kalah. Yang menang adalah masyarakat Sumatera Selatan,” paparnya.
Kuasa Hukum Syahrial Oesman, H Bambang Hariyanto SH MH membacakan surat pencabutan gugatan dihadapan majelis hakim. Surat yang ditandatangani Bambang dan H Chairul S Madia SH MH itu berisi dua poin penting. Yakni, bahwa pemohon (Syahrial Oesman) tak ingin tatanan yang sudah baik, persatuan dan kesatuan masyarakat Sumsel yang hidup dalam kedamaian menjadi terganggu, masyarakat terpecah belah yang menimbulkan konflik horizontal yang berkepanjangan. Sehingga pasti akan merugikan semua pihak, khususnya masyarakat di Sumatera Selatan.
Kedua, lanjut Bambang, Syahrial Oesman sebagai mantan gubernur Sumsel ingin pembangunan yang sudah berjalan baik di Sumatera Selatan tiadk boleh terhenti karena sengketa yang berkepanjangan. “Pemohon ingin pembangunan berjalan lebih cepat agar masyarakat lebih sejahtera di masa yang akan datang. Permintaan pencabutan gugatan dengan alasan-asalan itu diminta langsung oleh Pak Syahrial Oesman dari tanah suci Mekah, beliau umroh. Saya ditelepon dan di SMS,” terang Bambang.
Selain menyerahkan kuasa pencabutan dari Syahrial Oesman, tim SOHE  (Syahrial Oesman dan Helmi Yahya) juga akan menyerahkan surat kuasa Helmi dalam waktu dekat.
Sementara itu, Sebagai tergugat (termohon), Komisi Pemilihan Umum Daerah  (KPUD) Sumatera Selatan dan tim Alex Noerdin-Eddy Yusuf (ALDY)  menyambut gembira pencabutan gugatan oleh Syahrial Oesman-Helmi Yahya  (SOHE). Mereka berharap pengurusan pelantikan gubernur Sumsel periode 2009-2013 segera diurus.
“Seperti yang kita dengar di persidangan tadi. Kita sambut pencabutan gugatan oleh pak Syahrial Oesman. Setelah surat tertulis  kami dapatkan, kami segera meneruskan surat itu kepada KPUD SUmsel. Nanti KPUD Sumsel yang akan meneruskan ke DPRD untuk diusulakn pelantikan gubernur terpilih,” kata tim kuasa KPUD Sumsel, Kemas Muhammad Amin SH didampingi rekannya Rivai Panggarbesi SH.
Senada disampaikan kuasa hukum Alex Noerdin yang ikut mendengarkan persidangan itu, RA Anita Noernghati SH MH. “Pak Alex tentu gembira dengan pencabutan ini. Kita berharap setelah ini dicabut langsung dilakukan pengurusan untuk pelantikan. Kami harap pelantikan gubernur pasangan Pak Alex dan Eddy Yusuf ini bisa diselenggarakan sesuai jadwal,” paparnya.

Panitia  Pelantikan
Terpisah dengan adanya kepastian pencabutan gugatan Sohe ke MA, DPRD Sumsel langsung bergerak cepat. Panitia pelantikan Gubernur Sumsel 7 November mendatang segera dibentuk. ’’Penarikan gugatan oleh pasangan SOHE saya nilai itu sangat positif. Itulah sikap yang gentleman,’’ujar Ketua DPRD Sumsel Zamzami Achmad kemarin (6/10).
DPRD Sumsel sendiri dengan adanya sikap ini maka proses hukum yang selama ini sudah berjalan telah diakui ada kebenaran dari hasil pemilukada. Dengan demikian tidak akan memperpanjang proses. Selanjutnya proses akan berjalan dengan lebih cepat penyelesaiannya.
’’Bahkan pelantikan nanti akan tetap berlangsung pada tanggal 7 November. Dan moga-moga kita mulai melihat tapakan masa depan. Kita mulai pembanguna kelima tahun kedepan, jangan lagiu ada pertikaian-pertikaian. Mari kita mulai pembangunan dengan kesatuan masyarakat Sumsel,’’ katanya.
Saat ini kata Zamzami untuk menyiapkan pelantikan, DPRD Sumsel telah memerintahkan kepada Sekretaris DPRD Sumsel Sopyan Machmud untuk segera membentuk panitia pelantikan.
”Saya sudah perintahkan pelaksanaan pembentukan panitia. Juga program dari pelantikan itu. Yang jelas undangan akan kurang lebih 5.000. Termasuk akan mengundang para mantan gubernur Sumsel,” imbuhnya.
Pelantikan sendiri akan dilakukan di gedung DPRD Sumsel. Zamzami menegaskan di ruang paripurna akan bisa menampung sekitar 1.500 undangan. Nah, selebihnya akan didirikan tenda didepan gedung dewan.
Zamzami berpandangan tidak perlu menggelar di luar gedung dewan seperti pelantikan walikota dan wakil walikota Palembang. Mengingat diperkirakan DPRD Sumsel bisa menampung undangan. ”Pelantikannya sama dengan saat pelantikan Syahrial Oesman yang lalu. Kan seperti ini juga,” tandasnya.
Tahapan berikutnya kata Zamzami dengan usainya gugatan maka KPU Sumsel akan menyampaikan kepada dewan perihal gugatan tersebut. Lantas dari dewan akan menyampaikan sesegera mungkin ke presiden melalui menteri dalan negeri.
”Kapan ? Saya tunggu dari KPU. Saya masih nunggu sekarang. Mudah-mudahankan selesai dalam beberapa hari ini. Setelah selesai beberapa hari ini, bahwa gugatan itu dicabut, tidak ada lagi, KPU akan menyampaikan ke kita. Itu yang kita tunggu,” katanya.
Apalagi sambung Zamzami, KPU sudah mengatakan demikian. ”Itu prosesnya. Dengan demikian pelantikan akan berjalan. Dari awal saya sudah yakin waktu pelantikan tidak akan berubah dan sesuai dengan jadwalnya. Sebab masa akhir jabatan dari Mahyuddin (Gubernur Sumsel, red),” pungkasnya.(gus/rul/jpnn)

Iklan

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

%d blogger menyukai ini: