Maktab Kurang Lima Ribu

RADAR PALEMBANG, HAJI-Departemen Agama (Depag) gagal memenuhi target akomodasi pemondokan haji alias maktab yang diharapkan tuntas sebelum lebaran. Hingga saat ini Depag memastikan, pencapaian maktab masih minus lima ribu. Namun, Depag kembali berjanji akan menuntaskan perolehan maktab sebelum pengundian atau Qurah dilakukan yakni pada 16 Oktober mendatang.


’’Sebelum Qurah pasti akan kami tuntaskan itu,’’ tegas Dirjen Penyelenggaraan Haji dan Umrah Slamet Riyanto kepada Jawa Pos, kemarin (6/10).
Qur’ah adalah undian untuk membagi penempatan maktab bagi kelompok terbang (kloter-kloter) di Indonesia. Tahun ini, Qur’ah dilakukan terlambat dari tahun-tahun sebelumnya yang dilakukan pada bulan Ramadan. Agenda Qur’ah akan dilakukan pada 16 sampai 18 Oktober nanti. Depag menegaskan bahwa Qur`ah untuk mendapatkan perumahan bagi CJH, akan dilakukan secara terbuka agar adil.
’’Karena tahun ini perolehan maktab memang tersebar, ada yang dekat dan ada pula yang jauh jadi qur’ah akan kami lakukan secara terbuka agar tidak ada komplain,’’ sambung  Direktur Pengelolaan Biaya Pelaksanaan Ibadah Haji (BPIH) dan Sistem Informasi Haji (SIH) Abdul Ghofur Djawahir.
Alumnus Universitas Al Azhar Arab Saudi tersebut kemudian mengeluhkan ketatnya persaingan untuk mendapatkan pemondokan haji tahun ini. Itu karena pembangunan di sekitar Masjidilharam yang mengakibatkan jatah bangunan tersisa semakin sedikit dan Indonesia pun harus bersaing dengan negara-negara lain.’’Ini semua akibat tergusurnya sekitar seribu lebih perumahan atau penginapan di sekitar Masjidilharam karena proyek perluasan,’’ jabar dia.
Akibatnya, lanjut Ghofur, penginapan yang dulu bisa menampung sekitar 250 ribu jamaah di sekeliling Masjidilharam harus diratakan dengan tanah. Padahal tahun-tahun sebelumnya, setidaknya 70 hingga 80 ribu jamaah Indonesia mendapatkan tempat di situ.
Dia mengatakan bahwa Indonesia terpaksa mempercepat perolehan pondokan ini karena harus melakukan undian kloter. Dia mengakui bahwa tahun ini Qur’ah agak terlambat dilakukan karena sebelumnya dilakukan pada bulan Ramadan. ’’Sehingga jalan satu-satunya adalah mempercepat perolehan rumah, juga mengefektifkan angkutan bus bagi jamaah yang pondokannya letaknya jauh,’’ terang dia.
Terkait pulihnya jatah kuota haji bagi Indonesia menjadi 210 ribu, Ghofur mengaku mempersiapkan waktu khusus untuk daftar ulang. Rencananya, sekitar 3 ribu CJH khusus yang sebelumnya ada di posisi waiting list tersebut dapat melakukan pengecekan administrasi serta pelunasan pembayaran mulai kemarin  sampai 9 Oktober nanti. Penambahan tiga ribu kuota haji plus ini diharapkan dapat mengurangi waiting list haji plus yang tersisa hingga tahun mendatang. (zul)

Iklan

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

%d blogger menyukai ini: