Nasabah Kritisi Permodalan

RADAR PALEMBANG, KRITISI-Persyaratan permodalan yang dikeluarkan pemerintah bagi perusahaan asuransi jiwa, kerugian maupun umum sebesar Rp 40 miliar hingga akhir tahun ini, mendapat respon nasabah. Mereka mengkritisi kondisi permodalan perusahaan asuransi masing-masing.

Hal seperti inilah yang terjadi di perusahaan Asuransi Wahana Tata Palembang. Pertanyaan seputaran kondisi keuangan perusahaan dilakukan khususnya oleh nasabah corporate (besar) yang menempatkan dana asuransi lumayan tinggi.

’’Ada banyak nasabah yang bertanya terutama perusahaan besar seperti PT Semen Baturaja serta PT BA yang menjadi nasabah kami. Nomor satu yang mereka tanyakan pasti masalah permodalan ini,’’ ujar Manager Tri Joko Kristanto SE, kemarin.

Namun, Asuransi Wahana Tata sejauh ini mempunyai permodalan yang telah melebihi ketentuan pemerintah. Sampai sekarang telah memiliki modal lebih dari Rp 100 miliar atau jauh melebihi batas minimum ketentuan pemerintah Rp 40 miliar. ’’Setelah kami jelaskan dengan menunjukan laporan keuangan, akhirnya mereka mau mengerti. Terbukti, kami tetap diikutsertakan dalam proses tender asuransi yang diadakan perusahaan,’’ jelas Joko.

Rencananya, tahun depan pendapatan perusahaan ini akan lebih ditingkatkan, biasanya ditargetkan peningkatan maksimal 20 persen. Namun, sambung dia, kinerja tahun ini tidak begitu baik. Target akhir tahun yang ditetapkan baru terealisasi 60 persen.

Rendahnya pencapaian target tersebut dikarenakan perusahaan ini membatasi penjualan asuransi kendaraan yang dinilai beresiko tinggi. Rasio klaim produk asuransi ini mencapai 100 persen. Sementara produk penggantinya seperti asuransi perkebunan, perkembanganya tidak bisa secepat asuransi kendaraan. Apalagi produk itu baru diperkenalkan tahun ini.

Nasabah Asuransi Jiwasraya juga mempertanyakan permodalan perusahaan itu pasca keluarnya kebijakan pemerintah mengenai maksimal modal setor. ’’Bukan Cuma mempertanyakan modal setor saja melainkan ada yang mempertanyakan cadangan premi. Tapi karena kami perusahaan BUMN kondisi permodalan maupun cadangan premi lebih dari cukup,’’ ucap Instruktur Muhammad Toher SE AAAI-J seraya menambahkan tahun depan perusahaan ditargetkan menghimpun premi meningkat 15 persen dari tahun sebelumnya.(ade).

Iklan

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

%d blogger menyukai ini: