Oknum KPU Diduga Memeras

Fathul Rozik Zen : Tuduhan Itu Tidak Benar

RADAR PALEMBANG, PERAS-  Oknum anggota Komisi Pemilihan Umum (KPU) Banyuasin diduga melakukan pemerasan terhadap Ketua DPC  Partai Persatuan Nahdatul Umat Indonesia (PPNUI) Banyuasin, Rubinsi. sebagai salah satu “persyaratan” bagi para kadernya yang ingin tercatum namanya sebagai calon legislative (Caleg) dari partai tersebut.


Dugaan pemerasan tersebut terjadi pada Jumat 26 September 2008 sekitar pukul 22.30 Wib di sebuah hotel yang berlokasi di Jalan Veteran Palembang. Saat itu, dilakukan pertemuan antara oknum tersebut dengan Rubinsi terkait adanya kepengurusan ganda.
Dalam pertemuan itu, oknum KPU memerintahkan anggota lainnya  untuk meminta uang kepada korban sebagai syarat untuk lolos menjadi caleg. Saat itu, oknum KPU meminta uang Rp 10 juta bila namanya mau diloloskan.
“Saat itulah, kita diperas. Ingat, bukan kita yang menyuap, tapi kita diperas sebagai upaya untuk meloloskan kita sebagai caleg. Tapi, setelah pengumuman, ternyata nama-nama kita tidak ada yang tercantum,”ungkap Rubinsi.
Mendapat penekanan itu, Rubisni mengaku bila dirinya memenuhinya. Namun sayang, setelah uang ditangan, pihak KPU tidak melaksanakan kesepakatan tersebut.
Atas dugaan pemerasan tersebut, oknum anggota Komisi Pemilihan Umum (KPU) Banyuasin IS dan kawan-kawan, Senin (6/10) sekitar pukul 20.00 Wib dilaporkan ke Polda Sumsel oleh Ketua DPW Partai Persatuan Nahdatul Umat Indonesia (PPNUI) Sumsel Samsyul Wijaya, laporan korban tercantum pada No.Pol.:LP/573-B/X/2008-Siaga Ops.
Sementara itu, Ketua KPU Banyuasin Drs Fathul Rozik Zen membantah dengan tegas jika dirinya telah melakukan pemerasan terhadap Rubinsi. Sejak awal penerimaan berkas dari para caleg tersebut tidak satu pun yang dimintai uang pelican sebagai upaya untuk meloloskan para caleg tersebut.
Menurut Fathul, siapa saja yang mendaftarkan diri menjadi caleg akan tercatum namanya asalkan sudah sesuai dengan ketentuan dan persyaratan yang harus dipenuhi. Sedangkan, untuk para caleg dari PPNUI, hingga saat ini  memang belum tercatum karena masih ada permasalahan internal yang harus diselesaikan terlebih dahulu. Namun demikian, pihaknya akan mengambil keputusan yang tegas jika batas islah bagi partai tersebut tidak juga dilakukan.
“Wah, itu tidak benar dan saya tidak pernah melakukan pemerasan kepada siapa pun yang mencalegkan dirinya. Saya dan Pak IS datang ke hotel tersebut atas undangan mereka (Rubinsi dkk, red) sebagai mediator untuk menengai persoalan yang mereka miliki. Tidak pernah membicarakan masalah uang. Jadi saya tegaskan tidak ada pemerasan itu,”terangnnya.
Terpisah,  Ketua DPC PPNUI yang diangkat berdasarkan SK DPP PPNUI Taruman Pasa mengungkapkan, kepengurusan DPC PPNUI yang sah adalah kepengurusan dibawah pimpinannya. “Yang sah jelas kepengurusan dan kepemimpinan di bawah saya sesuai dengan SK DPP PPNUI sejak tahun 2003 dan baru akan berakhir pada Deseber 2008 ini. Jadi sebelum berakhir SK yang saya pegang ini masih sah dan secara hukum pula saya adalah ketua DPC  PPNUI yang sah,”ungkap Taruman.
Taruman menegaskan, pihaknya meminta kepada pihak KPU untuk memutuskan berdasarkan atas SK dari DPP tersebut. Pihaknya pun  menghimbau kepada KPU untuk tidak membatalkan semua caleg yang telah diajukan oleh dirinya. Karena, berdasarkan aturan partai, DPC PPNUI pimpinannya lah yang harus diterima.
”Berdasarkan aturan partai ya jelas PPNUI yang saya pimpin yang sah. SK sudah jelas dan sampai sekarang masih berlaku. Jadi, silahkan saja, KPU berjalan diatas aturan yang telah ditetapkan,”tegas Taruman.
Hal yang sama namun kontras juga diungkapkan oleh Rubinsi selaku ketua DPC PPNUI Banyuasin. Dijelaskannya,  berdasarkan UU pasal 13 ayat B, untuk menerbitkan SK, DPC harus mendapat rekomendasi dari DPW. Rekomendasi tersebut selanjutnya akan diserahkan ke DPP untuk dkeluarkan SK kepengurusan.
“Kan jelas DPW hanya merekomendasikan kepengurusan saya, bukan yang lainnya. Kita semua sudah berjalan pada aturan partai yang sudah ditetapkan,”terangnya. (qen).

Iklan

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

%d blogger menyukai ini: