Pekerjaan BP Migas Banyak Kejanggalan

RADAR PALEMBANG,KPK-Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) menemukan banyak kejanggalan dalam pelaksanaan tugas Badan Pelaksana Kegiatan Usaha Hulu Migas (BP Migas). Selain nilai aset yang njomplang, komisi juga menemukan praktik pengelolaan aset yang diluar kebiasaan praktik usaha.


Menurut Wakil Ketua KPK Haryono Umar, pengelolaan manajemen migas selama ini belum banyak perbaikan berarti. ”Manajemen pengelolaan masih seperti yang lama,” jelasnya.
Beberapa kejanggalan itu, menurut Haryono, adalah penghitungan lifting yang masih berdasarkan penghitungan para kontraktor. Selain itu, beberapa biaya yang timbul dari pengelolaan migas juga berada di tangan kontraktor. Padahal, penghitungan seharusnya harus dilakukan oleh Departemen Keuangan.
Bukan hanya itu, penerapan investment credit yang menjadi tugas BP Migas juga dilaksanakan di luar ketentuan. Banyak pemberian investment credit dilakukan di atas 100 persen. ”Banyak pemberian investment credit 120 persen bahkan 140 persen,” jelasnya. Padahal menurut ketentuan tak lebih dari 20 persen.
Yang paling mencolok adalah perbedaan penghitungan aset. KPK mendapatkan informasi akurat bahwa aset BP Migas saat ini Rp  225 triliun, namun menurut BP Migas sendiri, aset yang dimiliki saat ini justru tinggal Rp 25 triliun. ”Kemana ini ? Mana yang benar harus ditelusuri,” ungkapnya.
Kejanggalan lain, ungkap Haryono, adalah menyangkut penyusutan aset (depresiasi). Selama ini, saat membeli aset, biasanya penyusutan dihitung dalam jangka waktu lima tahun. Namun yang terjadi di BP Migas justru lebih cepat. Dalam waktu 1,5 tahun, aset sudah dinyatakan nol.
Misalnya, dalam pembelian mobil, perusahaan umumnya menghitung depresiasi dalam waktu lima tahun. Sementara BP Migas bisa lebih cepat.  ”Ini dipercepat karena supaya mendapatkan penggantian dari pemerintah,” ungkapnya.
Sebelumnya, Badan Pemeriksa Keuangan (BPK) juga mencium ketidakberesan dalam penerimaan dana migas. Ketua BPK Anwar Nasution menengarai ada penyelewengan penerimaan dan pengeluaran dana minyak dan gas. Bahkan, Anwar mencurigai ada penerimaan penjualan minyak yang tidak disetorkan langsung ke kas negara. Tapi, ditampung terlebih dahulu di rekening di luar rekening negara.
Temuan lain, KPK juga menemukan ratusan aset mobil yang mengalami depresiasi tersebut tengah ditumpuk di Jakarta. ”Temuan itu baru Jakarta, belum yang lain,” ungkapnya.
Namun hingga kini KPK belum menemukan indikasi korupsi dalam kasus itu. ”Ini baru sebatas pencegahan. Kalau ada indikasi nanti langsung kami serahkan kepada bidang penindakan,” ucapnya. (git/kim/jpnn)

Iklan

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

%d blogger menyukai ini: