Puji Arus Mudik, Kalla Nilai Warga Jakarta Manja

RADAR PALEMBANG, MUDIK-Meski ratusan nyawa melayang selama arus mudik lebaran tahun ini, Wakil Presiden Jusuf Kalla memuji kinerja seluruh petugas penyelenggara angkutan umum yang memfasilitasi pemudik dan arus balik. Pujian juga diberikan pada petugas pengamanan arus mudik serta petugas pengamanan di kawasan pemukiman yang ditinggalkan pemudik.


“Wajar kalau angka kecelakaan masih tinggi karena peningkatan jumlah kendaraan, khususnya roda dua. Tapi kalau dibanding tahun demi tahun, penyelenggaraan arus mudik dan arus balik tahun ini nilainya A. Tidak ada lagi orang di jendela kereta ekonomi atau antrean bus di Terminal Pulo Gadung dan Kampung Rambutan,” ujar Kalla usai silaturahim Idul Fitri di Istana Wakil Presiden, Jalan Medan Merdeka Selatan, kemarin (7/10).
Selain peningkatan jumlah kendaraan, Kalla juga menilai kecelakaan lalu-lintas juga disebabkan banyak pengemudi yang mengantuk akibat bus beroperasi penuh tanpa sistem shift. “Tahun-tahun mendatang harus dibenahi, berapa jam atau berapa kilometer sopir boleh menyetir. Misalnya bus ke Surabaya harus ganti sopir di Semarang,” kata dia.
Kalla menjamin bila pembangunan jalan tol Trans Jawa dan jalur kereta api double track sudah rampung, kecelakaan lalu-lintas akan bisa ditekan. Pasalnya, akan lebih banyak pemudik sepeda motor yang beralih moda transportasi ke kereta, sementara pemudik dengan mobil pribadi dapat menggunakan tol Trans Jawa. “Jalur Pantura Jawa nantinya dapat leluasa digunakan oleh bus antarkota antarprovinsi,” katanya.
Terkait rencana Pemprov DKI Jakarta merazia pendatang baru yang masuk usai lebaran ini, Kalla menilainya kurang tepat. Menurut dia, pendatang baru tidak selalu menimbulkan masalah, namun juga mendatangkan keuntungan bila dikelola dengan tepat. Pasalnya, pembangunan di kota besar selalu membutuhkan tenaga kerja dari daerah. “Kalau banyak orang, tentu ekonomi akan tumbuh dengan baik. Coba lihat begitu banyak bangunan yang dibangun, butuh banyak tenaga kerja. Jakarta memang butuh tenaga kerja, tapi yang teratur,” tandasnya.
Kalla mengakui salah satu kendala utama pendatang baru adalah penyediaan perumahan. Karena itu, pemerintah daerah harus memfasilitasi pembangunan perumahan bagi pekerja kelas menengah ke bawah, sehingga mereka tidak menempati area publik. “Dampak buruk banyaknya pendatang baru itu hanya membuat warga Jakarta lebih manja. Dulu pembantunya cukup satu, sekarang ingin dua. Kadang dalam satu rumah lebih banyak pembantu dibanding pemilik rumahnya,” kata dia.
“kalau punya tiga anak, mungkin pembantunya juga tiga. Satu ngepel dan masak, satu cuci baju dan nyetrika, satu urus anak-anak. Kalau di luar negeri, punya pembantu lebih dari tiga itu sudah miliarder,” tukasnya. (noe/JPNN)

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

%d blogger menyukai ini: