Sidang Muchdi Kejagung Tolak Teleconference

RADAR PALEMBANG, SIDANG-Upaya Lembaga Perlindungan Saksi dan Korban (LPSK) yang siap memfasilitasi kesaksian Budi Santoso, saksi kunci dalam kasus pembunuhan aktivis HAM Munir, dengan teleconference ditolak mentah-mentah oleh Kejagung. Korps Adhyaksa itu bersikeras agar berita acara pemeriksaan (BAP) agen madya Badan Intelijen Nasional (BIN) tersebut tetap dibacakan di persidangan dengan terdakwa Muchdi PR tersebut.


’’Yang saya ingin (agar, Red) didengarkan dahulu atau dibacakan BAP-nya, kemudian didengarkan rekaman pemeriksaannya. Jika belum puas baru teleconferece, jadi tidak menutup kemungkinan untuk upaya lain,’’ tegas Jaksa Agung Muda Pidana Umum (JAM Pidum) Abdul Hakim Ritonga di Kejagung, Jalan Sultan Hasanuddin, Jakarta, Senin (6/10) kemarin.
Ketegasan itu disampaikan Ritonga untuk menanggapi usulan Ketua LPSK Abdul Haris Semendawai yang menyatakan, kesaksian Budi yang sangat penting untuk diperdengarkan, meski yang bersangkutan tidak bisa hadir di pengadilan. Salah satu upayanya adalah dengan menggunakan telekomunikasi jarak jauh. Selain itu, pihaknya siap memberikan perlindungan kepada saksi dengan permohonan yang bisa diajukan melalui kuasa hukum, keluarga, atau jaksa penuntut umum.
Ritonga menegaskan bahwa sampai saat ini Kejagung belum memutuskan untuk mempergunakan teknologi tersebut. Hal itu, lanjutnya untuk melindungi kerahasiaan lokasi Budi. ’’Belum sampai ada keputusan begitu,’’ tuturnya singkat.
Sebagaimana diwartakan, dalam sidang kasus Munir dengan terdakwa mantan Deputi V/Penggalangan BIN Mayjen (pur) Muchdi Purwopranjono, saksi Budi Santoso belum berhasil dihadirkan. Sebab, dia saat ini melaksanakan tugas di Kedutaan Besar Republik Indonesia di Pakistan.
Belum hadirnya Budi itu sempat diwarnai surat yang diklaim berasal dari dia. Isinya, pencabutan keterangan dalam BAP. Namun, surat tersebut diduga hanya rekayasa. Selain itu, pencabutan BAP melalui surat tidak lazim dan tidak diatur KUHAP.
Sementara itu, Panitera Pengadilan Negeri Jakarta Selatan (PN Jaksel) Edy Risdianto memastikan bahwa sidang Muchdi pekan ini akan tetap dilangsungkan sesuai agenda yakni mendengarkan keterangan saksi. ’’Agendanya keterangan saksi dan isu kalau jadwal sidang diubah tidak benar,’’ ujarnya menanggapi kabar miring yang beredar di awal pekan ini. (zul/jpnn)

Iklan

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

%d blogger menyukai ini: