Status Aulia Masih Jalan Di Tempat

RADAR PALEMBANG, KPK-Janji Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK)  memberikan status hukum baru terhadap besan Presiden SBY, Aulia Tantowi Pohan selepas lebaran hingga kemarin masih saja belum terpenuhi. KPK masih  belum memberi ketegasan sikap terhadap mantan Deputi Gubernur Bank Indonesia (BI) yang diduga berada di balik pencairan dana Rp 31,5 miliar kepada wakil rakyat tersebut.


Sebelumnya KPK pernah mengisyaratkan bakal memberikan status hukum terhadap Aulia Pohan setelah lebaran. Di penghujung Ramadhan, Ketua KPK Antasari Azhar memang tidak memberikan pernyataan khusus, namun seolah-olah penetapan status tersangka terhadap pensiunan pegawai BI itu makin terang setelah lebaran ini.
Namun, saat ditagih kemarin, Antasari masih saja belum berani memberikan keketapan waktu kapan tindakan hukum diberikan kepada pensiunan pegawai bank sentral tersebut.
Antasari kemarin mengungkapkan bahwa selama ini, KPK tetap berjalan profesional. Lembaga tersebut akan berjalan sesuai rel hukum acara yang berlaku. ”Testimonium de auditu (satu kesaksian bukan kesaksian). Tentu kami lebih baik memilih cermat terhadap hal ini,” jelas Antasari di gedung KPK, kemarin.
Yang pasti, Antasari memberikan waktu penetapan status Aulia tersebut kepada penyidik. Dia membebaskan bawahannya menentukan kapan pemberian status baru tersebut dilakukan. ”Saya sebagai pimpinan tentu tidak pernah mendesak. Bebas saja kepada penyidik,” tambahnya.
Yang pasti, ujar dia, bahwa dalam penanganan kasus BI tersebut, KPK akan berjalan sesuai rel yang telah ditetapkan. Dimana komisi berjanji tidak akan menetapkan Surat Perintah Penghentian Penyidikan (SP-3) terhadap kasus yang ditangani.
Bukan hanya itu, tambah Antasari, KPK juga akan menindaklanjuti setiap fakta hukum yang muncul dalam persidangan. ”Siapapun orangnya kalau sudah menjadi fakta hukum akan dimintakan pertanggungjawaban. Percayalah saya,” terangnya.
Yang pasti, terang Antasari, terkait penanganan kasus aliran dana BI, pihaknya akan lebih dulu memberikan penuntutan terhadap terdakwa Burhanudin Abdullah, dalam persidangan di pengadilan tipikor, pada 8 Oktober ini.
Sebenarnya, sudah tak ada alasan bagi KPK untuk tidak segera memberikan status tersangka terhadap Aulia. Dalam sidang lanjutan kasus korupsi aliran dana Bank Indonesia (BI) di Pengadilan Tipikor  mantan Deputi Gubernur Bank Indonesia (BI) itu terang-terangan mengaku berada di balik pencairan dana Rp 31,5 miliar kepada anggota Komisi IX DPR periode 1999-2004.
Di depan majelis hakim, Aulia mengaku bahwa pencairan dana itu berawal dari Rapat Dewan Gubernur (RDG) 3 Juni 2003. Rapat tersebut memerintahkannya untuk mencairkan dana Rp 100 miliar dari kantong Yayasan Pengembangan Perbankan Indonesia (YPPI). Dana itu untuk kepentingan insidentil dan mendesak.
Dia kemudian  menyusun aturan-aturan yang berisi prosedur kerja untuk mengalirkan dana itu. Misalnya, aliran dana Rp 68,5 miliar bisa mengalir kepada mantan pejabat BI, seperti Soedrajad Djiwandono, Hendrobudianto, Iwan Prawiranata, karena sebelumnya ada permohonan kepada gubernur BI. Sisanya, Rp 31,5 miliar, mengalir ke parlemen. Uang tersebut perlu diserahkan kepada wakil rakyat dalam rangka menegakkan citra Bank Indonesia. Ketika itu, citra BI memang tengah terpuruk karena dihantam badai krisis moneter.
Hasil audit BPK  juga membeberkan pengakuan Aulia terkait  pengeluaran dana Yayasan Pengembangan Perbankan Indonesia (YPPI) Rp 100 miliar. Hasil audit  menyimpulkan adanya rekayasa dalam penarikan dana tersebut. Hasil audit merupakan  titik awal kasus BI. Hal itu bermula dari penurunan yang cukup mencolok atas kekayaan YPPI.  Saat audit  pada 2003, kekayaan YPPI Rp 370 miliar. Setahun berikutnya, aset yayasan yang dikendalikan BI tersebut merosot sekitar Rp 93 miliar. (git/agm/jpnn)

Iklan

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

%d blogger menyukai ini: