Tiga Calon Dilaporkan Ijazah Palsu

RADAR PALEMBANG, CALEG – Keputusan KPU Pusat yang memperpanjang masa pengumuman daftar calon sementara (DCS) membawa dampak pada pengumuman DCS untuk DPRD Sumsel. Untuk keempat kalinya KPU Sumsel menunda pelaksanaan pengumuman DCS tersebut.


Berdasarkan catatan RADAR PALEMBANG, semula dijadwalkan DCS diumumkan pada 26 Sepetmber, karena masih di Jakarta guna mengikuti sidang di Mahkamah Agung (MA) RI terkait gugatan pemilukada pasangan Syahrial Oesman – Helmy Yahya (SOHE) maka diundur sampai 29 September.
Lagi-lagi pada 29 September KPU Sumsel menunda hingga 6 Oktober. Tetapi pada 6 Oktober, ditunda lagi sampai tanggal 7 Okotober. Menariknya, kali ini kembali ditunda sampai Rabu tanggal 8 Oktober.
”Sesuai dengan jadwal baru, kemarin (Senin, 6 Oktober, red) KPU pusat melakukan rapat pleno bahwa pengumuman DCS itu diundur sampai dengan tanggal 14 Oktober 2008. Jadi, memang berubah dari jadwal semula pada tanggal 26 September sampai 9 Oktober,” tegas Anggota KPU Sumsel Alfian Toni, kemarin (7/10).
Artinya pihak penyelenggara dari pusat, ke provinsi hingga ke daerah memiliki waktu tambahan untuk mengumumkan dan menerima uji publik terhadap DCS yang ada. Mengingat adanya perpanjangan tersebut, maka KPU Sumsel memutuskan menunda pengumuman DCS.
Di KPU Sumsel sendiri, terlihat beberapa orang caleg hilir mudik melihat papan pengumuman. Mereka rata-rata mencari apakah namanya masuk di DCS atau tidak. Karena belum juga diumumkan, mereka harus pulang dengan wajah kecewa.
”Sekarang ini KPU Sumsel insyaallah akan menggelar pleno hari ini (kemarin, red) untuk mengumumankan DCS itu sekaligus meminta tanggapan masyarakat terhadap DCS. Namun untuk pengumuman penempalen DCS mungkin besok (hari ini, red). Ndak ada masalah kan,” sambungnya.
Terkait dengan tanggapan masyarakat, meski belum diumumkan DCS, namun KPU Sumsel telah menerima pengaduan adanya ijazah palsu tiga orang calon. Laporan disampaikan secara langsung oleh pelapor dengan menemui salah satu anggota KPU Sumsel.
”Jadi, walau belum dibuka sudah ada laporan dugaan ijazah palsu sebanyak tiga laporan. Semuanya dari partai baru. Lalu yang dilaporkan adalah ijazah SMA,” kata Alfian yang menolak menyebutkan identitas caleg yang dilaporkan.
Terhadap laporan ini, KPU Sumsel akan kembali menggelar verifikasi mencari kebenaran laporan tersebut. ”Tanggapan apakah terkait administrasi calon, apakah track record, apa kapasitas calon semua akan kami tindak lanjuti. Terhadap pelapor, kami juga akan memberikan perlindungan dengan cara menyimpan identitas pelapor,” tukasnya.
Terhadap nama-nama yang akan diumumkan, Alfian mengaku belum bisa mengumumkannya. Sebab sampai saat ini pihaknya masih melakukan penelitian ulang. Hanya saja Alfian mengatakan berkas yang masuk sebanyak 1.271 berkas.(rul)

Iklan

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

%d blogger menyukai ini: