Wapres: 2011 Indonesia Masuk BRIC

RADAR PALEMBANG, TARGET EKONOMI-Wakil Presiden Jusuf Kalla yakin pada 2011 Indonesia akan masuk jajaran negara berkembang yang siap menjadi negara maju (emerging forces) yang kerap dikenal dengan istilah BRIC, yakni Brazil, Rusia, India, dan China (Tiongkok). Indonesia punya syarat cukup untuk menjadi negara dengan kekuatan ekonomi yang disegani.


“Semua pembangunan yang kita lakukan saat ini baru akan selesai pada 2011. Jalan tol seribu kilometer, air bersih 20 juta sambungan, listrik 20 ribu MW, bandara, dan infrastruktur penting lain,” ujarnya dalam tudang sipulung Reuni Besar Ikatan Alumni Universitas Hasanuddin di Makassar kemarin (6/10).
Selain itu, kata Kalla, program revitalisasi industri gula, revitalisasi jagung, revitalisasi peternakan sapi, dan peningkatan produksi beras juga akan selesai sepenuhnya pada 2010-2011. “Artinya, kita akan swasembada pangan sepenuhnya pada tahun 2011,” paparnya. “Syaratnya tentu SBY-JK terpilih lagi,” katanya disambut tawa ribuan alumni Unhas.
Di sisi lain, program pengurangan konsumsi BBM fosil melalui konversi minyak tanah ke gas juga akan selesai sepenuhnya pada 2010. Dengan selesainya program itu, Kalla yakin anggaran subsidi BBM hanya akan tersisa Rp 20 triliun dari Rp 230 triliun tahun ini.
“Semua pemerintahan setelah Pemilu 2009 pasti akan menaikkan harga BBM. Kita lihat saja nanti. Tapi yang lebih penting kita kurangi konsumsi BBM dengan penggunaan teknologi dan modifikasi perilaku, seperti kebiasaan pakai minyak tanah dengan gas elpiji,” paparnya.
Dengan alokasi subsidi BBM yang kecil, pemerintah akan punya cukup anggaran untuk pendidikan, kesehatan, penciptaan lapangan kerja, dan ketahanan pangan. “Otomatis angka pengangguran dan kemiskinan akan menurun,” jelasnya.
Kalla menegaskan, perekonomian Indonesia telah pulih dari krisis moneter 1998, ditandai peningkatan pendapatan per kapita dari USD 500 pada 1998 menjadi USD 2.200 atau empat kali lipat setelah krisis. Pertumbuhan ekonomi juga telah pulih dari pertumbuhan minus pada 1999 menjadi 6-7 persen tahun ini. “Kita lebih baik dari Malaysia dan Thailand, tapi masih kalah dengan Tiongkok dan India,” paparnya.
Di sisi ketahanan pangan, Indonesia juga telah menuju ke arah swasembada. Ini ditandai dengan cacatan impor beras lima juta ton pada 1999 menjadi 500 ribu ton tahun ini. “Tahun depan kita bisa swasembada dengan tambahan produksi beras 2,3 juta ton per tahun.”
Dalam presentasi di depan Wapres Jusuf Kalla, Dekan Fakultas Ekonomi Universitas Indonesia Bambang Soemantri Brodjonegoro menilai ada tugas penting pemerintah lima tahun ke depan, yakni mengendalikan inflasi sektor riil dan inflasi sektor moneter. Pemerintah SBY-Kalla dinilai masih gagal menciptakan inflasi rendah seperti Malaysia, yang tahun ini menurun drastis dari 8 persen menjadi 2 persen. Pengendalian inflasi sangat penting karena inflasi sektor riil berkaitan dengan kemiskinan dan kesejahteraan.
“Kalau inflasi sektor riil rendah, masyarakat akan punya cukup uang untuk pangan, sandang, pendidikan, dan kesehatan. Artinya, kesejahteraan rakyat juga meningkat,” katanya.(noe/jpnn)

Iklan

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

%d blogger menyukai ini: