Warga Belanda Nikah di Bawah Laut Bunaken

Pasangan Arie Cornelis dan Kim Maria foto bersama usai acara pernikahan di bawah laut.
PASANGAN warga Belanda Arie Cornelis Spil (29) dan Kim Maria van Kampen (25) memilih cara unik melangsungkan pernikahan. Mereka menikah di dasar laut Bunaken, Manado. Selama proses pernikahan baik pasangan nikah maupun pendeta menggunakan pakaian lengkap dengan toga.

Janji setia pernikahan disampaikan lewat tulisan yang sudah disediakan.
Adalah Pendeta Billy Johannis S.Th, Ketua Jemaat Gereja Masehi Injili Minahasa (GMIM) Tanjung Parigi Bunaken yang memimpin upacara pernikahan pasangan warga Belanda tersebut di Taman Laut Bunaken, Sabtu (4/10) pekan lalu. “Mereka tiba di Manado tanggal 30 september dan langsung menuju Bunaken untuk persiapan pernikahan,” ujar satu-satunya pendeta yang memiliki izin untuk menyelam ini.
Ia menuturkan, pernikahan tersebut dilaksanakan di kedalaman 12 Meter tepatnya di depan lokasi penyelaman Alum Banua dengan latar belakang Taman Laut Bunaken. Dengan dihadiri kurang lebih 25 orang, ia menceritakan pernikahannya berlangsung dengan aman dan tanpa kendala.
“Sebelumnya, sudah diatur poade (panggung) dan alat-alat untuk menyelam,” terangnya. Tak pelak, kurang lebih 45 menit berada di dasar laut, proses pernikahan kedua warga Belanda ini berjalan dengan lancar.
“Sempat dua kali menyelam, yang pertama menggunakan selang panjang. Baru yang kedua, sudah menggunakan tabung regulator,” terangnya.
Pernikahan di bawah laut ini, kata Pendeta yang sudah melayani selama 4 tahun di wilayah taman laut Bunaken, sebenarnya sudah yang keempat kali dilakukakan di Indonesia. Ia menjelaskan, dirinya sendiri kali kedua menikahkan pasangan pengantin di bawah laut.
“Yang pertama pada tahun 2002 lalu. Ada pasangan yang juga dari Belanda yang sempat saya nikahkan,” akunya. Bagi kedua pasangan terakhir ini, ia menuturkan sebelumnya sempat bertanya-tanya kepada salah satu pemilik cottage di Manado apakah ada pendeta yang bisa menyelam.
“Sekitar tiga bulan lalu mereka menghubungi salah satu cottage dan menanyakan jika ada pendeta yang bisa menyelam dan bisa memberkati mereka di dasar laut. Dan akhirnya keinginan mereka (pengantin) bisa tercapai,” ujarnya.
Uniknya, setiba di Manado kedua pasangan ini tidak menyangka bakal menggunakan baju pengantin lengkap. Saat tiba di Manado, keduanya baru dijelaskan bakal menggunakan pakaian pengantin lengkap juga dengan pendeta yang berpakaian lengkap dengan toga. Bahkan, bahkan dalam mengucapkan janji nikah, hanya lewat tulisan.
“Semuanya sudah diatur, yakni lewat tulisan yang sudah dipersiapkan,” kata pendeta yang juga Ketua Persatuan Olahraga Selam Seluruh Indonesia (POSSI) ini. Selama pernikahan, lanjutnya, kedua pasangan tampak bahagia sekali dengan saling berciuman di sela-sela acara.
“Keduanya mengaku bahagia, bisa melangsungkan pernikahan di bawah laut. Karena memang mereka memiliki hobby menyelam,” ujarnya sembari menambahkan masih banyak pasangan-pasangan lain yang telah mengusulkan untuk diberkati olehnya. (ronly wangania)

Iklan

2 Tanggapan

  1. w0w… fantastis

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

%d blogger menyukai ini: