100 Makanan Sumsel Layak Ekspor

RADAR PALEMBANG,PANGAN-Perhimpunan Ahli Teknologi Pangan Indonesia (PATPI) Sumsel  mencatat ada 100 produk makanan lokal yang siap merambah pasar ekspor. Produsen dari produk itu harus diberdayakan dan menuntut keberpihakan kebijakan pemerintah agar bisa mengakses pasar global.


’’Kita menjamin 100 produk makanan dan minuman lokal itu bebas dari bahan bahan kimia yang membahayakan seperti pengawet, formalin dan lain-lainnya. Ini   sudah dilakukan penelitian dan  mendapatkan sertifikat keaslian mutu dan kualitas dari PAPTI,’’ungkap Kata Ketua PATPI Sumsel Rindit Pambayun didampingi Ketua Pelaksana  Seminar Teknologi Pangan Elmaizi Arafah, kemarin.
Seminar internasional yang akan berlangsung  14-16 Oktober akan menghadirkan pengusaha Malaysia, Jerman, Korea Selatan, Singapura.   Dia berharap lewat seminar ini bisa bisa menjaring potensi baru para produsen makanan lokal yang siap diberdayakan.
Untuk saat ini, yang sudah terjaring masih banyak berkisaran produsen makanan lokal seperti kemplang, tekwan dan pempek instat, lempok dan sambal ingkung. Laianya masih belum terjaring di PAPTI untuk dijamin kualitas mutu panganya. Padahal jika diienventarisir, Sumsel memiliki tak kurang dari sekitar 75 jenis makanan lokal yang belum diteliti lebih jauh keberadaan mutu dan jaminan produknya.
Pihaknya sudah bekerjasama dengan negara Belanda siap membuka akses pangan lokal Indonesia. ’’Nah, kita berharap Sumsel bisa merebut pasar ini sebesar-besarnya. Apalagi  Local Ekonomic Resourch Development (LERD) dari Bappenas sudah disetujui. Sehingga akses ke seluruh negara tujuan ekspor mudah dilakukan,’’ungkapnya.
Rindit menilai ketergantungan terhadap produk luar harus dikurangi. Seperti yang terjadi saat ini,  melemahnya rupiah terhadap dolar  bisa membayakan. Makanya, PAPTI ambil andil membuka seluas luasnya ditengah krisis ekonomi global ini.
Belanda adalah masuk negara gulf country yang sejauh ini belum terkena imbas krisis AS. Ini harapan besar, apalagi pola konsumsi mereka terhadap barang-barang produk tradisisonal semakin digalakkan. ’’Ini peluang besar.’’
Kelemahan produk lokal sekarang ini adalah kualitas secara umum, jaminan mutu dan tak ada keseragaman bahan dan kemasan.”Ini akan dikupas habis oleh para ahli pangan nanti, untuk dijadikan acuan standart produk lokal yang bisa dipertahankan. Baik dari sisi bahan baku ataupun trend citarasa,”ungkapnya.
Termasuk mengupas habis, system pemasaran dan pola produksi. ”Yang namanya barang ekspor, ada kriteria sendiri unbtuk rumah produksinya, memenuhi standar mutu nasional. Ini butuh investasi khusus yang juga akan dibicarakan antar pemerintah.Kita butuh respon pemerintah menyikapi hal ini,”.ujarnya.(ayu)

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

%d blogger menyukai ini: