3 Caleg Terindikasi Ijazah Palsu

RADAR PALEMBANG, MUARA ENIM – Hasil verifikasi berkas yang dilakukan Komisi Pemilihan Umum Daerah (KPUD) Muara Enim menemukan tiga caleg yang diduga menggunakan ijazah palsu. Menurut Kasubag Teknis Penyelenggaraan Pemilu KPUD Muara Enim, Panca Surya bahwa hasil verifikasi terhadap 663 Calon caleg dari 32 partai politik yang lolos menjadi Daftar Calon Sementara (DCS) KPUD Muara Enim, tiga diantaranya masih menunggu hasil pengujian berkas yang dilakukan oleh KPUD ke pihak Diknas Muara Enim.


“Hingga saat ini ada tiga caleg yang mendapat tanggapan masyarakat   yang mempermasalahkan ijazahnya. Dalam tanggapan masyarakat itu ijazah yang digunakan mereka diduga palsu,saat ini pak ketua dan sekretaris lagi mengecek ke Diknas terkait keaslian ijazah tiga calon legislatif,” tutur Anggota KPUD Muara Enim Panca, kemarin.
Menurutnya, ketiga caleg yang mendapat tanggapan tersebut yakni MK dari Partai PDIP asal  daerah pemilihan (dapil) 5, AS dari Partai PBB daerah pemilihan II dan SE dari partai PDIP asal daerah pemilihan IV. “Dengan adanya surat tanggapan masyarakat itu, saat ini KPU tengah melakukan klarifikasi terhadap ijazah yang mereka gunakan. Klarifikasi itu dilakukan sebelum sampai pengumuman penetapan Daftar Calon Tetap (DCT) Caleg yang dijadwalkan 13-31 Oktober,” jelasnya.
Klarifikasi yang akan dilakukan, sambung Panca, yakni dengan cara berkordinasi dengan lembaga yang menerbitkan ijazah tersebut. Jika pada pelaksanaan klarifikasi tersebut, ternyata ijazah yang digunakan terindikasi palsu, maka KPU akan melaporkan kepada partainya masing-masing untuk melakukan penggantian. Jika parpolnya tidak melakukan pergantian, maka KPU akan mencoret nama yang bersangkutan dan menaikkan nama Caleg yang berada di urutan bawahnya.
Panca juga mengaku bahwa dari 663 Caleg yang lolos DCS tersebut sedikitnya 10 orang menggunakan ijazah paket C. Bagi caleg yang menggunakan ijazah paket C pihaknya akan melakukan klarifikasi ke Dinas Pendidikan Nasional. Sebagian besar caleg  yang menggunakan ijazah paket C tersebut, lanjut dia,  usianya yang diatas 40 tahun. Kondisi tersebut tentunya sangat berpengaruh terhadap kualitas DPRD Muara Enim  jika seandainya mereka terpilih menjadi anggota DPRD. Soalnya, mereka akan berhadapan dengan eksekutif yang rata-rata pendidikan formalnya S1 bahkan  tidak sedikit yang  memiliki pendidikan formal S2.
Saat dikonfimasi mengenai penggunaan ijazah palsu, caleg MK yang menggunakan  partai PDI Perjuangan asal Dapil 5 ini membantah ijazah yang digunakannya palsu. “Tidak benar ijazah yang saya gunakan palsu. Ijazah yang saya gunakan dikeluarkan Dinas Pendidikan Nasional Muaraenim ditandatangani Agung Budi (mantan Kadiknas ME, red). Ijazah yang saya gunakan paket C dan mengikuti pendidikan paket C di Kecamatan Lembak pada 2006 lalu,” bantahnya. (yan)

Satu Tanggapan

  1. palsu utau tidak palsu kita tidak boleh menduga2 atau mengira2. perlu bukti yang jelas dan tidak perlu dipublikasikan, karena akan berpengaruh kepada tanggapan masyarakat yang tahu bahwa caleg dari partai mereka tidak berkomitmen.

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

%d blogger menyukai ini: