4.059 Kubik Sampah Belum Optimal

RADAR PALEMBANG, PRABUMULIH  – Penumpukan sampah di Tempat Pembuangan Akhir (TPA) Sungai Medang, terus terjadi. Penumpukan sampah terjadi karena belum  adanya fasilitas daur ulang yang dimiliki Pemkot Prabumulih ataupun dari investor swasta.


Lahan seluas 3,5 hektar di TPA Sungai Medang, merupakan tempat persinggahan terakhir dari produk rumah tangga dan industri lainnya di seluruh Kota Prabumulih. Dalam sehari sampah yang masuk dan ditampung TPA Desa Sungai Medang mencapai 130 – 135 kubik.
Pascaperayaan hari raya lebaran Idul Fitri 1429 hijriah kemarin, keadaan sampah semakin meningkat volumenya. Berdasarkan data yang didapat masukan sampah mencapai 150 kubik per hari. “Yang menjadi masalah adalah sampah organik dan anorganik,” ujar Kepala Kantor Kebersihan dan Pertamanan Kota Prabumulih, Chaidir Wadi.
Chairdir menambahkan, mengenai sarana dan prasarana dalam proses daur ulang, juga harus diperhatikan seperti pengadaan mesin dan tenaga energinya. Selain itu juga skill dari sumber daya manusianya pun masih terbatas.
Terpisah, staf Kebersihan Kantor Kebersihan dan Pertamanan, Esward saat ditemui di lokasi pembuangan sampah menyatakan, saat ini dauran ulang sampah sebenarnya sudah dilakukan tetapi hanya terbatas pada pengolaha sampah organik. Ia mencontohkan sisa sayur mayur yang tidak mengandung bahan kimia sehingga pemanfaatannya dalam menghasilkan pupuk kompos, bisa dilakukan
Meski demikian lanjur Edward, belum ada respons balik dari Pemerintah Kota untuk memberikan bantuan seperti mesin daur ulang organik agar potensi dan kemampuan yang dimiliki SDA berkualitas ini tidak terbuang percuma. Proses daur ulang pupuk kompos ini pun, tambahnya, dapat dijadikan komoditi sendiri untuk menambah PAD Kota Prabumulih.
Berdasarkan data, bila 135 kubik sampah masuk ke TPA per harinya yang rata-rata sampah organik sisa rumah tangga, maka dalam  satu bulannya mencapai 4.050 kubik sampah yang dapat diolah. Dengan kata lain dengan belum maksimalnya pengaturan daur ulang sampah, menjadi kerugian secara materil.
Saat ini sarana yang dimiliki dalam proses daur ulang sampah di TPA Kota Prabumulih yaitu hanya dilengkapi dengan 9 unit mobil dum truk, 4 unit amroll serta hanya 1 unit dozer D31 dengan kapasitas dorong rendah.
Pemerintah merasa terbantu dan para pemulung dapat membiayai kebutuhan hidupnya sehari-hari dengan mengumpulkan sampah anorganik seperti kaleng, botol, kertas dan lainnya. (far)

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

%d blogger menyukai ini: