Ekspor Sumsel Terkerek 44,37 Persen

RADAR PALEMBANG,EKSPORT-Meski kapasitas ekspor komoditi CPO (curd plm oil) dan batubara secara umum turun di awal semester II 2008,  namun secara umum nilainya menurut data BPS per Juni 2008 justru naik hingga 44,37 persen atau US $ 1.810.771.788 setra dengan Rp 17,3 trilliun dibandingkan periode sama tahun 2007.


Sisi lain, jika sektor migas tahun 2007 per Juni mencatat hasil US $ 188.824.282, pada Juni 2008 berhasil mencatat angka signifikan US $ 323.938.490 atau naik drastis  71,56 persen. Sedangkan sektor non migas seperti perkebunan, usaha kecil dan lainya menyumbang anga kenaikan 39,55 persen atau setara dengan US $ 1.065.423.186 Juni  2007 menjadi US $ 1.486.833.298 pada Juni 2008.
Kepala  BPS Palembang melalui Kabid Statistik Nazaruddin Lahief, menjelaskan, bila melihat komposisi struktur penyumbang angka ekspor, non migas pada tahun 2007 menyumbang angka presentase 84,95 persen dan migas hanya 15,05 persen. Sedangkan di tahun 2008 sumbangan non migas turun menjadi 82,11 persen, sementara migas dari hasil minyak malah mampu menyumbang 17,89 persen .
“Seperti biasanya, selain masih tetap berkiblat dengan AS sebagai negara tujuan eksport terbesar, baru disusul Singapura, Cina, Jepang. Komoditi yang masih menjadi andalan, diminati pasar dunia adalah masih karet menyumbang hingga 64,51 persen,’’ urai Nazarudin.
Untuk komoditi bidikan kedua yakni CPO, jelas Nazarudin, hanya menyumbang 7,43 persen. Produk kayu olahan dengan presentase 1,24 persen, dan batubara 1,04 persen. Sisanya, udang,kopi, dan teh hanya menyumbang di angka nol koma sekian persen. “Secara global,  BPS Palembang masih mencatat angka neraca perdagangan Sumsel per Juni 2008 surplus hingga Rp 16,4 triliun,’’ tegas Nazarudin.
Masih menurut Nazarudin, untuk nilai impor Sumsel per Juni 2008 dibandingkan Juni 2007, hanya mengalami kenaikan  20,56 persen. dari US $ 72,62 juta menjadi US $ 87,54 persen.Karena import migas dan non migas naik maing-masing sebesar 287,02 persen dan 15,94 persen.
Import migas minyak mentah sebelumnya hanya US $ 1.280.271 CIF menjadi US $ 4.839.656 CIF. Sementara non migas dari sebelumnya US $ 71.336.046 menjadi US $ 82,703,513. Penurunan besar-besaran pada sektor non migas adalah golongan mesin-mesin.pasawat mekanisk sebesar US 4,25 juta dari sebelumnya US 5,92 juta menjadi US 1,67 juta.
“Sementara golongan meningkat adalah golongan belerang, kapur dan garam. Sementara pupuk, bahan kimia organic, perangkat optik, hasil penggilingan cenderung stabil,’’ paparnya.
Yang patut jadi perhatian, tambah Nazarudin, Cina masih terus menjadi negara tujuan impor terbesar mencapai 20 persen dari total diekspor, menyusul Malaysia, Amerika Serikat, Australia, Singapura, Thailand, Baru negara Uni Eropa seperti jepang, Inggris. (ayu)

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

%d blogger menyukai ini: