Idle Money Perbankan Tinggi

RADAR PALEMBANG, TINGGI-Aktifitas perbankan pasca libur panjang yang dimulai Senin (6/10) lalu, menimbulkan penumpukan dana di kas masing-masing bank. Setoran nasabah yang melonjak lebih dari dua kali lipat membuat jumlah idle money menguat. Perbankan mengharapkan BI untuk membuka kran kasnya guna menampung dana-dana tersebut.


Hal tersebut dilontarkan Pemimpin BCA Palembang Darmawan, kemarin. Setoran nasabah pada hari pertama pembukaan transaksi mengalami peningkatan hingga tiga kali lipat dari biasanya. Namun, dana yang masuk (inflow) tersebut tidak dapat dialihkan ke bank-bank lainnya untuk mengalami perputaran kembali, akibat bank lain juga mengalami kondisi serupa.
”Cash inflow semua bank banyak sehingga mereka tidak bisa saling setor. Makanya sekarang kami hanya menyimpan dana nasabah itu dalam kas kami. Otomatis secara operasional cost bertambah. Dana sekarang menjadi idle,” tutur dia, kemarin.
Ia mengakui, kondisi seperti ini lazim terjadi setiap tahun. Selama dua hari ini saja, dana masyarakat yang diterima BCA sudah mencapai miliaran. Diperkirakan kondisi ini akan berlanjut hingga hari ini.
“Makanya kami harapkan Bank Indonesia mau menampung dana-dana kami yang ada ini. Lazimnya, BI akan membuka kesempatan menyimpan dana bank tersebut setelah satu minggu selepas libur lebaran atau maksimal 10 hari. Tapi kalau bisa penampungan dana ini dipercepat,” kata dia.
Bank sentral bisa memantau kondisi pendanaan masing-masing bank melalui sistem on line. Setiap hari bank juga melaporkan keuangan kasnya baik antar bank maupun kepada BI. Uang layak edar (ule) akan diputarkan sesama perbankan melalui jaringan yang disebut fokus group, sedangkan uang yang tak layak edar (utle) akan disetorkan ke BI. Namun, pada saat tertentu seperti libur lebaran, BI mengambil kebijakan untuk menampung kelebihan dana bank tersebut.
Biaya operasional bank meningkat lantaran harus membayar bunga simpanan bank khususnya deposito (dana mahal) kepada nasabah, sementara dana yang terhimpun dari nasabah tadi (inflow) tidak dapat diputarkan kembali dalam bentuk penyaluran kredit. ”Tidak bisa segampang itu karena kredit yang dicairkan itu umumnya dalam bentuk uang giral (cek), sementara dana yang ada di kas kami berupa uang kartal (fisik).”
Kelebihan dana dalam kas ternyata tidak dialami oleh BTN Palembang. Sistem perdagangan bank ini yang mengutamakan penyaluran kredit, membuat dana yang masuk langsung bisa disalurkan kembali ke masyarakat. ”Setoran bank setelah libur lebaran ini memang tinggi, tetapi tidak ada dana idle yang tersimpan dalam kas kami. Penyaluran kredit yang terjadi berdasarkan dana yang masuk saja,” tandas Branch Manager Arief Budiman.
Saat ini, bank pelat merah tersebut justru kekurangan likuiditas akibat tingginya bunga simpanan yang harus dibayarkan ke masyarakat. ”Sekarang kami mengerem untuk salurkan kredit untuk mengimbangi kondisi ini,” tukas dia.(ade)

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

%d blogger menyukai ini: