Indeks Terbanting Lagi

Saat bursa Asia Pasifik mengalami penurunan, IHSG kemarin justru berlawanan arah. Indeks melanjutkan minus ketika pembukaan pasar pasca libur lebaran lalu, namun kali ini penurunannya masih dalam batas kewajaran turun 1,76 persen (29,018 poin) di leve; 1.619,721.


Minusnya saham terutama terjadi untuk sektor pertambangan terimbas akibat turunnya harga minyak mentah. IHSG masih terpuruk karena investor terus mencairkan likuiditas terkait krisis di AS. Penurunan suku bunga Australia yang menolong sebagian bursa Asia sama sekali tak berpengaruh ke indeks.
Minggu lalu di saat bursa Indonesia libur lebaran, bursa-bursa di dunia jatuh parah akibat kongres AS menolak paket bailout pemerintah AS dan bank sentral AS. Minggu ini kongres telah setuju paket tersebut namun belum didukung sepenuhnya oleh Uni Eropa.
Keterpurukan itu didukung pula dengan kondisi dalam negeri, inflasi September 08 lebih tinggi dari ekspektasi investor. Inflasi terjadi sebesar 0,97 persen (12,14 persen y-o-y) sementara ekspektasi pasar hanya di kisaran 0,8 persen. Hal itu membuat BI rate dinaikan 25 BPS menjadi 9,5 persen untuk menjaga kestabilan nilai tukar rupiah yang kemarin sempat anjlok di 9.700-an terhadap dolar.
Indeks kemarin, dibuka melemah 0,78% di level 1.635 dipicu besarnya ancaman resesi global yang ditandai anjloknya bursa global. Sedangkan pada sesi siang, kendati terus melemah, indeks saham sedikit tertahan di level 1.643. Hal ini terjadi setelah otoritas Bursa Efek Indonesia melakukan suspensi terhadap saham-saham Grup Bakrie yang selama ini menopang pasar. Namun, penguatan ini tidak bertahan lama. IHSG kembali anjlok. Hal itu diperparah lagi dengan besarnya kekhawatiran akan resesi global yang memicu investor menahan diri untuk melakukan aksi beli saham sepanjang perdagangan.
Sentimen positif yang datang dari ekonomi Australia belum mampu mengendalikan penurunan IHSG. Bank sentral Australia memberikan terapi kejut ke pasar dengan memotong suku bunga melebihi ekspektasi pasar. Akibatnya beberapa bursa di Asia mulai kembali rebound dengan kejutan dari Australia tersebut. Bank sentral Australia atau The Reserve Bank of Australia (RBA) memotong suku bunga hingga 100 basis poin ke level 6 persen di saat krisis keuangan global.
Pada perdagangan kemarin tercatat sebanyak 65.727 kali transaksi dengan nilai transaksi mencapai Rp 3,231 triliun, dengan volume 3,309 miliar lembar. Tercatat 52 saham naik, 122 saham turun dan 36 saham tidak berubah pada hari ini.
Saham-saham yang melemah antara lain, ITMG turun Rp 1.500 ke posisi Rp 15.800, MEDC turun Rp 525 (Rp 2.475), ASII turun Rp 500 (Rp 16.000), BNII turun Rp 10 (Rp 425), ISAT turun Rp 350 (Rp 5.150), PTBA turun Rp 250 (Rp 6.950) dan UNTR turun Rp 150 (Rp 7.250).
Sedangkan saham-saham yang naik harganya antara lain, TLKM Rp 150 ke posisi Rp 7.250, TINS naik Rp 90 (Rp 1.230), UNVR naik Rp 100 (Rp7.500), dan ANTM menguat Rp 100 (Rp 1.160).
Sementara Bursa Asia Pasifik kemarin yang ditutup menguat Australia AORD naik 53,200 poin (1,17 persen) di 4.597,900, Shanghai SSEC turun 15,30 poin (0,73 persen) di 2.157,84, Nikkei turun 317,19 poin (3,03 persen) di 10.155,50, Singapura STI naik 9,23 poin (0,43 persen) di 2.177,55 dan Hangseng turun 878,64 poin (4,97 persen) di 16.803,76.(ade)

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

%d blogger menyukai ini: